Malang (beritajatim.com) – Empat dari 5 penduduk Malang akan menyambut baik layanan pengumpulan sampah kota secara reguler di pemukiman rumah mereka dan 85% dari mereka yang menanggapi survei mengatakan bahwa layanan yang ideal untuk pengumpulan sampah paling tidak seminggu sekali. Hasil ini diambil dari survei online terhadap lebih dari 200 penduduk Malang yang dilakukan oleh Alliance to End Plastic Waste (Allaince) pada akhir tahun lalu untuk memahami perilaku dan sikap masyarakat di Malang terhadap usulan perubahan dalam sistem pengelolaan sampah mereka.
Pemerintah Kabupaten Malang telah mencari tahu lebih dalam dan memulai program yang akan mempercepat pembangunan berkelanjutan di kabupaten, dan program ini juga mencakup proyek yang mempromosikan pengelolaan sampah yang lebih baik untuk memajukan ambisinya menjadi bebas sampah. Pemerintah Kabupaten Malang telah berdiskusi dengan sektor swasta dan mitra masyarakat, termasuk Alliance, untuk mengembangkan infrastruktur pengelolaan sampah yang lebih baik bagi penduduk yang tinggal di luar kota utamanya.
Dra. Dyah Eka Supriyana MM, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, mengatakan bahwa Kabupaten Malang merupakan wilayah yang indah yang dikelilingi oleh dataran tinggi yang subur dan sungai Brantas yang ikonik.
“Penting bagi kita untuk menjaga kebersihan kabupaten kita dan melindungi lingkungan kita untuk melestarikan warisan kita, dan untuk mengangkat Malang sebagai tujuan wisata utama di Indonesia. Masyarakat, bersama dengan sektor publik dan swasta, semua memainkan peran penting dalam membantu Malang menjadi bebas sampah. Kami menghargai dukungan kuat dari warga dan Alliance,” kata Dyah Eka Supriyana.
Renung Rubiyatadji, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, mengatakan bahwa pengelolaan sampah yang baik merupakan fokus yang penting. Hal ini memiliki dampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Kami juga berharap dapat menerapkan rencana ini di Kabupaten Malang karena akan menciptakan lapangan kerja hijau. Kemudian, kami juga berharap bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia,” kata Renung Rubiyatadji.
Dalam survei yang dilakukan Alliance to End Plastic Waste, sekitar enam dari 10 orang menyadari bahwa jalan yang lebih bersih dan lebih banyak pekerjaan di sektor pengelolaan sampah merupakan prioritas penting. Sekitar setengah dari responden juga menunjukkan bahwa mereka ingin melihat tingkat daur ulang yang lebih tinggi di lingkungan mereka, sementara yang lain mengatakan mereka menantikan lingkungan hidup yang lebih bersih.
Tim dari Alliance telah melakukan kunjungan selama empat hari ke Kabupaten Malang minggu ini untuk memahami prioritas dan kebutuhan utama pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah. Kunjungan ini dipimpin oleh Vice President of Projects dari Alliance, Nicholas Kolesch, dan mencakup kunjungan ke lokasi potensial untuk pengolahan limbah, untuk bertemu dengan pemangku kepentingan dengan pejabat lokal dari DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kabupaten Malang, dan jajaran pimpinan di Kantor Pemerintahan Kabupaten Malang.
Alliance telah berdiskusi dengan Pemerintah Kabupaten Malang untuk membuat proyek pengelolaan sampah yang komprehensif yang akan menyediakan infrastruktur pengumpulan dan pemilahan rumah tangga, yang memaksimalkan ketersediaan bahan untuk daur ulang dan meminimalkan TPA.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kabupaten-malang”]
Nicholas Kolesch, Vice President of Projects dari Alliance, mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Malang serius dalam komitmennya untuk memberikan pengelolaan sampah yang lebih baik bagi penduduknya.
“Alliance, sebagai koalisi bisnis yang terlibat, senang dapat mendukung program ini dan kami bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Malang untuk menerapkan peta jalan untuk peningkatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Malang,” kata Nicholas Kolesch.
Sekadar diketahui, Alliance to End Plastic Waste (Alliance) adalah organisasi nirlaba global dengan misi untuk mengakhiri sampah plastik di lingkungan. Fokus Alliance adalah mengimplementasikan proyek dan berinvestasi dalam solusi inovatif untuk mengembangkan atau meningkatkan sistem pengelolaan limbah. Pada Desember 2021, kami telah melaksanakan lebih dari 35 proyek di 29 negara di seluruh dunia.
“Menanggulangi sampah plastik merupakan tantangan kompleks yang membutuhkan tindakan kolektif. Sejak 2019, Alliance telah mengumpulkan jaringan global para pemimpin industri di seluruh rantai nilai plastik bersama dengan pemerintah, masyarakat sipil, pengusaha, dan komunitas untuk bekerja memajukan ekonomi sirkular untuk limbah plastik,” papar Nicholas Kolesch. [but]






