Sumenep (beritajatim.com) – Pasar murah yang digelar Bank Indonesia dan Bank Jatim di Pasar Bangkal Sumenep, langsung diserbu pembeli.
Sebanyak 200 paket sembako yang disiapkan, ludes diserbu hanya dalam waktu 10 menit. Paket sembako itu berisi 1 liter minyak goreng, beras 3 kg, dan sirup 1 botol. Satu paket sembako itu dijual dengan harga Rp 35.000.
“Untuk paket sembako itu diskon 50 persen. Jadi harga aslinya Rp 70.000, tapi masyarakat cukup membayar Rp 35.000,” kata Penyelia Pemasaran Bank Jatim, Ratih Prasmatiwi, Selasa (29/3/2022).
Pasar murah tersebut digelar bersamaan dengan peresmian aplikasi keuangan non tunai (QRIS) di Pasar Bangkal. “Tadi Direksi Bank Jatim melakulan scan barcode pembayaran 100 paket sembako murah. Otomatis dari 200 paket itu, yang 100 yang sudah dibayar Direksi, digratiskan untuk masyarakat. Yang 100 lainnya tetap dijual Rp 35.000,” terangnya.
Launching aplikasi digital tersebut bertema Pasar Bangkal SIAP (Sehat, Inovatif dan Aman Pakai) QRIS. Hadir pada kesempatan itu pejabat Bank Indonesia (BI) bersama Direksi Bank Jatim dan Bupati Sumenep.
[berita-terkait number=”5″ tag=”minyak-goreng”]
“Atas nama Pemkab Sumenep, saya ucapkan terimakasih kepada BI Jawa Timur dan Bank Jatim yang telah mendorong keuangan dalam sistem non tunai. Dengan adanya pembayaran digital ini, kami berharap bisa memberikan dampak positif untuk kemajuan Sumenep,” kata Bupati Sumenep, Ach.Fauzi.
Ia berharap agar aplikasi QRIS bisa berjalan di pasar hingga pelosok desa. Pembayaran dengan implementasi QRIS diharapkan bisa diterima masyarakat. “Dengan pembayaran non tunai ini, diharapkan masyarakat bisa segera bermigrasi pada era digital,” ucapnya. [tem/suf]






