Pamekasan (beritajatim.com) – Manajemen Madura United FC memastikan belum mengetahui secara pasti informasi seputar kasus robot trading Viral Blast atau dana sponsor dari PT Trust Global Karya, yang melibatkan Zainal Hudha Purnama, mantan Menejer tim berjuluk Laskar Sape Kerrab.
“Sampai hari ini, kami belum menerima panggilan resmi dari pihak terkait (Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri). Sehingga kami masih belum tahu secara pasti,” kata Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq Abdurrahim, Rabu (23/3/2022).
Bahkan pria yang akrab disapa Habib Zia tersebut, juga memastikan akan kooperatif saat mendapat panggilan dari pihak terkait. “Jadi jika memang ada pemanggilan resmi, kami pastikan akan kooperatif,” tegasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”zainal-hudha-purnama”]
Zainal Hudha Purnama akan menjalani pemeriksaan dalami peran soal pemberian dana sponsorship tersebut. Selain itu, polisi akan menelusuri aliran dana dari PT Trust Global Karya.
Seperti diketahui, sosok Zainal Hudha Purnama diplot menggantikan Rahmad Darmawan sebagai manajer Madura United pada pertengahan Januari 2022 lalu. Ia sempat mendampingi tim saat menjalani lanjutan BRI Liga 1 yang dipusatkan di Bali.
Namun sosok yang dinilai inovatif dan inspiratif justru tidak mampu bertahan lebih lama dan baru sekitar sebulan menjabat sebagai manajer tim kebanggaan suporter Madura Bersatu, dan akhirnya memundurkan diri sebagai bagian dari tim pada pertengahan Februari 2022 lalu. [pin/but]






