Tuban (beritajatim.com) – Kegiatan ritual di lingkup Petilasan Perapen Mpu Supo yang berada di Desa Dermawuharjo, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban sebenarnya sudah menjadi tradisi tersendiri bagi warga setempat, Selasa (22/3/2022).
Yang mana ritual itu biasa dilakukan oleh warga setempat saat menjelang masa panen hasil pertanian mereka dan diyakini bisa mencegah turunnya hujan saat mereka panen. Namun, nahasnya kegiatan ritual itu justru mengakibatkan dua nyawa orang warga setempat tewas karena menghirup gas belerang.
Dari keterangan warga yang berhasil dihimpun beritajatim.com, bahwa kegiatan ritual di tempat petilasan Mpu Supo itu sudah sering dilakukan warga. Warga desa menganggap tempat itu merupakan salah satu tempat peninggalan kakek buyut yang sudah dikeramatkan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”ritual-maut”]
“Sudah biasa warga ritual di sini. Kalau ritual minta supaya tidak hujan,” ujar Mariyem (56), salah satu warga Desa Dermawuharjo, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban.
Menurut warga, bahwa korban Marsih (66), yang meninggal dunia di area petilasan Mpu Supo itu juga diketahui sedang melakukan ritual. Salah satu ritual sebelum panen yang dilakukan korban itu adalah membakar dupa dan kemenyan di dalam area petilasan yang terdapat belerangnya itu. “Ritualnya ya bakar-bakar di dalam itu,” sambung warga yang berada di sekitar lokasi petilan Mpu Supo itu.
Sementara itu, IPTU Darwanto, Kapolsek Grabagan Polres Tuban membenarkan jika Marsih (66), korban meninggal di lokasi tersebut karena sebelumnya melakukan ritual sendirian. Kemudian korban yang tidak kunjung pulang kemudian berusaha ditolong oleh Mariyanto (45), yang tak lain adalah anak kandung korban.
“Dari keterangan para saksi korban itu melakukan ritual sebelum panen. Dari TKP kita amankan Kemenya, Manggar jagung, Korek api yang digunakan ritual serta satu bongkah batu belerang,” kata IPTU Darwanto, Kapolsek Grabagan, Polres Tuban.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah warga yang tinggal di kawasan Petilasan Perapen Mpu Supo, Desa Dermawuharjo, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban digemparkan adanya dua warga yang tewas di lokasi kramat itu. Korban adalah Marsih (66) dan Mariyanto (45), ibu dan anaknya yang tak lain juga warga setempat.[mut/kun]






