Surabaya (beritajatim.com) – Head Of Medical Checkup Siloam Hospitals Surabaya, Dokter Vania Wijaya menjelaskan ada beberapa zat yang berperan dalam terbentuknya Immunity atau kekekebalan pada tubuh manusia, zat seperti Magnesium, Vitamin D dan Protein.
Dia menyebut kekebalan tubuh atau kemampuan organisme multisel berfungsi untuk melawan mikroorganisme berbahaya, dalam hal ini virus Sars-Cov2. Sedangkan protein berperan dalam pembentukan hormon, enzim dan zat kekebalan tubuh (antibodi) seperti leukosit, limfosit, imunoglobin dan lainnya.
“Karenanya, agar dapat dipahami, bahwa asupan protein yang kurang dapat beresiko 1.64 kali lebih tinggi dengan status imunitas yang kurang baik,” kata Dokter Vania Wijaya saat membuka edukasi bincang sehat melalui zoom, Minggu (20/3/2022).
Vania Wijaya juga mengingatkan akan pentingnya Vitamin D yang telah terbukti dalam menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan pun efeknya dalam meningkatkan imunitas seluler dan adaptif turut membuat vitamin D patut dipertimbangkan sebagai opsi potensial untuk mengobati dan mencegah Covid-19.
“Mengingat pentingnya peran ini, ada baiknya masyarakat harus cek rutin kadar vitamin D. Dengan mengetahui kadar vitamin D dalam darah dan menghindari kemungkinan intoksikasi,” katanya.
Vania memaparkan, dengan range normal 30-50 ng/ml dan dikatakan toxic apabila lebih besar dari 100 ng/ml. Diartikan vitamin D toxicity, akan ada penumpukan kalsium dalam darah ( hypercalcemia) yang umumnya akan bergejala, seperti mual, muntah, lemah, letih dan lesu. Lalu, sering buang air kecil tentunya akan sangat mengganggu keseharian aktivitas.
“Vitamin D bisa didapatkan dengan beberapa cara seperti berjemur (paparan sinar matahari), konsumsi asupan makanan yang kaya vitamin D serta mengkonsumsi supplemen vitamin D,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”rs-siloam”]
Untuk Covid- 19, kata Vania, ketahuilah tentang ‘Titer Antibody Sars Cov-2’.” yaitu tentang mengetahui terbentuk tidaknya antibodi terhadap Sars Cov2 dalam darah.
“Dengan konsultasi ke kami dan para pendonor plasma konvalesen hendaknya mencek hal ini. Serta disarankan cek titer antibody 1 bulan setelah vaksin atau pasca dinyatakan sembuh dari Covid-19,” katanya.[asg/ted]






