Surabaya (beritajatim.com) – Tidak semua lingkaran pertemanan memberikan pengaruh yang baik. Bahkan dari beberapa teman yang tulus, setidaknya akan ada satu orang yang mungkin diam-diam sebenarnya tidak suka terhadapmu.
Meski hal itu bisa dibilang wajar, asal tidak sampai merugikan satu sama lain tentu menjadi masalah. Namun, sampai memberikan dampak negatif di kehidupanmu tentu hal ini yang berbahaya dan perlu dihindari. Orang seperti ini kerap disebut toxic friend.
Untuk meminimalisir dampak terburuk, tak ayal jika kamu harus mengenali tanda bahwa ada toxic friend di lingkaran pertemananmu. Beberapa tanda toxic friend, di antaranya
Pura-pura baik
Terkadang ada saja teman yang mempunyai maksud buruk terhadapmu. Namun, untuk menutupi hal tersebut ia memilih untuk berpura-pura dekat dan bersikap baik terhadapmu. Padahal ketika tidak sedang bersama, toxic friend akan akan melakukan beragam cara untuk menjatuhkanmu.
Entah itu dengan menyebarkan informasi buruk tentangmu atau bahkan mengadu domba antara kamu dengan teman yang lain.
Mempermalukanmu
Teman yang baik tentu akan menutup dan juga mendukung pencapaian temannya. Berbeda halnya dengan toxic friend yang justru kerap membuatmu malu atau bahkan insecure di hadapan orang lain. Meski dengan kesan bercanda, namun ia tampak dengan sengaja meremehkan dirimu.
Playing victim
Toxic friend atau teman yang merugikan biasanya juga kerap menyalahkan orang lain. Ia menutupi kesalahan diri sendiri dengan menyebutkan bahwa semua masalah terjadi akibat kelalaian orang lain. Hal ini bahkan sering terjadi dalam sistem kerja tim.
Maka tak heran jika teman-teman seperti ini sebaiknya dihindari. Karena hanya mementingkan diri sendiri atau egois. Bukannya menyelesaikan masalah, ia hanya sibuk meyakinkan orang lain, bahwa ini bukanlah kesalahannya.
Hampir tidak bisa mengakui pencapaian teman
Entah karena iri atau mungkin memang sedari awal tidak suka. Hingga membuat toxic friend sulit untuk menerima pencapaian orang lain. Bahkan untuk mengakui pencapaian teman sendiri.
Alih-alih memberikan ucapan selamat, ia justru memalingkan mukanya. Tak jarang juga bahkan mereka memberikan respon acuh dan bodo amat.
Diam-diam menganggap rival
Umumnya teman yang dekat dan sefrekuensi akan terang-terangan untuk mengajakmu mencapai target atau goals yang sama. Namun, bagi toxic friend justru secara diam-diam menganggapmu sebagai rival atau saingannya. Entah perihal percintaan, pekerjaan, atau pertemanan biasa.
Ia selalu ingin tampak lebih baik darimu dari berbagai segi. Melakukannya secara diam-diam pun juga bukan tanpa alasan. Hal itu agar engkau lengah dan gagal. (fyi/ian)






