Surabaya (beritajatim.com) – Hadir lebih dari setengah abad di Indonesia, sinetron atau drama serial masih jadi pilihan hiburan bagi beberapa golongan masyarakat. Apalagi ketika masa pandemi, sinetron dan drama serial begitu laris untuk dinanti para penggemar.
Kuatnya daya pikat sinetron dan serial juga didorong oleh berbagai media yang menyediakan layanan tontonan itu. Dahulu, saat internet dan digitalisasi belum berkembang masif, sinetron atau serial hanya bisa dinikmati melalui layar kaca televisi saja.
Tayangannya juga hanya bisa ditonton pada jadwal yang telah tersedia dan tidak dapat dinikmati ulang kecuali ada siaran lagi dari stasiun televisi bersangkutan. Namun, saat ini, siapa pun dapat menikmati tontonan sinetron atau serial melalui berbagai platform.
Mulai dari media sosial seperti TikTok, YouTube, Instagram pun juga aplikasi video on demand, penonton bisa mencari dan memilah serial dan menentukan waktu untuk menonton sesuka hati. Perkembangan platform video on demand memberi lebih banyak pilihan sinetron atau serial pada masyarakat Indonesia.
Genre yang bervariasi dan juga banyaknya pilihan asal negara serial membuat pangsa pasar penonton semakin luas. Bukan hanya itu, kehadiran beragam serial di platform digital juga membuat masyarakat semakin tertarik menonton tayangan hiburan ini. Tren binge-watching dan hopping menjadi buktinya. Lalu apa makna dari kedua hal itu, berikut ini ulasannya.
Binge-watching
Binge-watching merupakan istilah yang digunakan pada aktivitas menonton beberapa episode serial yang terus-menerus dalam waktu singkat.
Kemudahan teknologi dan berbagai platform yang hadir membuat tren tersendiri yang banyak disebut dengan maraton serial.
Meski tren ini muncul sejak media televisi berkembang, aktivitas maraton serial kian meningkat di era digital, terutama sejak pandemi melanda.
[berita-terkait number=”4″ tag=”film”]
Hopping
Sementara itu, hopping adalah perilaku menonton berganti-ganti atau meloncat (hop) dari satu serial menuju serial lain. Penonton yang punya kebiasaan ini hanya ingin menjajal menonton sebuah serial lalu penasaran dengan serial lain.
Kedua hal itu sebenarnya bukan perilaku buruk, ataupun perilaku yang baik. Kedua hal itu tumbuh akibat perkembangan media, meski sebelumnya sudah ada istilahnya. Namun, baru benar-benar dilakukan banyak orang semenjak perkembangan teknologi informasi. (dan/ian)






