Surabaya (beritajatim.com) – Silent treatment atau memilih diam untuk menenangkan emosi yang memuncak, mungkin memang menjadi opsi yang baik untuk dilakukan. Terlebih agar terhindar dari ucapan atau tindakan yang dapat disesali di kemudian hari.
Meskipun begitu, tidak semua silent treatment bisa memberikan dampak yang baik. Terlalu lama mendiamkan orang lain tentu justru dapat merusak hubungan itu sendiri. Setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan silent treatment, di antaranya;
Tidak terlalu lama
Silent treatment boleh dilakukan asal dengan kurun waktu tidak terlalu lama. Sesekali dilakukan mungkin masih wajar, terlebih memang sifat dasar manusia berbeda-beda.
Ada yang langsung mengkomunikasikannya, ada yang memang pendiam dan tak tahu cara menyampaikan, atau bahkan memilih diam terlebih dahulu baru kemudian menjelaskan alasannya.
Menjalankan kewajiban
Dalam konteks rumah tangga atau pekerjaan misalnya, semarah apapun dengan seseorang tentu harus bersikap profesional. Karena setiap orang tentu memiliki hak dan kewajiban masing-masing.
Maka jangan lalai dengan apa yang memang sudah menjadi tanggung jawab.
Berprasangka
Seseorang yang melakukan silent treatment tak ayal pasti sedikit banyak berpikir akan beragam kemungkinan. Pemikiran yang penuh dengan dugaan-dugaan atau prasangka itu tentu hanya akan menyiksa diri sendiri.
Karena selain menimbulkan rasa insecure serta pikiran negatif, tak ayal jika kemudian menjadi menghakimi orang lain. Hal ini tentu tidak baik untuk dilakukan.
Tidak lari dari masalah
Tak jarang juga orang yang sedang silent treatment justru bermaksud untuk melepaskan diri dari masalah. Alih-alih menyelesaikannya, ia justru bersikap sebaliknya. Jika demikian, hal ini hanya akan menjadi perusak hubungan antar diri sendiri dengan orang lain.
Padahal permasalahan baru mungkin bisa saja terjadi kembali, entah dengan orang yang sama ataupun berbeda. Hal yang perlu dilakukan hanyalah menghadapi dan menyelesaikannya sebaik mungkin. (fyi/ian)






