Malang (beritajatim.com) – Banjir membuat sekira 7 warga terjebak di lantai 2 rumah yang berada di tanah kavling perumahan di Jalan Simpang Teluk Bayur Gang V RT 05 RW 08 Kelurahan Pandangwangi Kecamatan Blimbing Kota Malang. Banjir terjadi sejak pukul 17.30 WIB setelah tanggul pembatas sungai dan tanah kavling jebol, Senin (14/3/2022).
Warga sekitar Abdur Rohim menyebut ada 4 rumah yang terjebak banjir. Satu rumah kosong belum berpenghuni, dua rumah terjebak banjir nyaris menggenangi seluruh lantai satu. Dan rumah miliknya yang digunakan untuk produksi camilan juga terendam banjir meski tidak setinggi 3 rumah lainnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”banjir-malang”]
“Rumah saya yang buat produksi camilan itu terendam tapi tidak separah tiga rumah yang tergenang air banjir di sana. Satu itu rumah baru kosong masih belum ditempati. Satu lagi itu ditinggali empat orang dan satu rumah lagi ditinggali dua orang. Semua masih terjebak disana,” ujar Rohim.
Rohim menuturkan bahwa warga sekitar tidak bisa melakukan evakuasi karena arus air dari luapan sungai cukup deras. Warga pun menyerahkan proses evakuasi kepada BPBD dan PMI karena memiliki peralatan memadai untuk mengevakuasi korban banjir ini.
“Suaranya tembok ambrol itu terdengar keras. Alat kerja produksi camilan saya selamatkan dulu supaya tidak terbawa banjir. Jadi penyebabnya ya tembok ambrol itu, sampai banjir dan membuat penghuni rumah terjebak,” tandasnya.
Sampai saat ini hujan dengan intensitas tinggi disertai petir masih terjadi di Kota Malang. Tim BPBD dan PMI menerjunkan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terisolir akibat banjir ini. [luc/suf]






