Jombang (beritajatim.com) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar melakukan kunjungan ke Kabupaten Jombang, Senin (14/3/2022). Dalam kunjungan tersebut, Boy Rafli bersama rombongan datang ke tiga lokasi.
Pertama, mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, kemudian membuka acara Santri Speech Contest Tingkat Nasional di Pesantren Tahfidz Al Quran Cinta Rosululloh, Tembelang, serta ke PPBU (Pondok Pesantren Bahrul Ulum) Tambakberas Jombang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bnpt”]
Kedatangan Kapala BNPT bersama rombongan di Tebuireng disambut oleh KH Abdul Hakim Mahfidz atau Gus Kikin. Mereka kemudian berbincang secara tertutup di kediaman pengasug pesantren Tebuireng tersebut. Di pesantren yang didirikan pada 1899 itu, Boy Rafli juga menyempatkan salat zuhur.
Kemudian dilanjut dengan ziarah ke makam pendiri NU Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyari, serta presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Mantan Kadiv Humas Polri ini memanjatkan doa secara khusuk. Kemudian ditutup dengan melakukan tabur bunga di pusara keluarga pendiri NU tersebut.
Hal serupa juga dilakukan oleh Kepala BNPT bersama rombongan ketika berziarah ke makam pendiri NU KH Wahab Chasbullah yang ada di pesantren Tambakberas Jombang. Di makam Pahlawan Nasional itu, rombongan ditemani oleh Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab. Boy duduk bersimpuh di barisan paling depan.
Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, pihaknya sengaja melakukan ziarah ke makam para pendiri NU di Jombang. Pasalnya, ulama-ulama itulah yang selama ini dijadikan referensi dalam menebar nilai kebaikan. Ulama NU tersebut selalu mengedepankan hubbul wathon minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman).

“Makanya kami juga meminta masyarakat untuk mengedepankan semangat dengan prinsip hubbul waton minal iman yang diwariskan oleh pendiri Nahdlatul Ulama. Ini menjadi penguat bagi kita bangsa Indonesia agar semakin kuat menghadapi berbagai tantangan, cobaan, gangguan yang tentunya semakin terus berkembang,” kata Boy saat ditemui di pesantren Tebuireng Jombang.
Selain itu, Boy juga mengajak untuk menjaga ukhuwah islamiyah dengan bersilaturrahmi untuk penguatan islam yang rohmatan lil alamin dengan semangat persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman. “Bersilaturahim dan terus melakukan penguatan islam yang rohmatan lil alamain. Tentu itulah model yang sangat baik untuk bangsa Indonesia yang beragam,” urainya.
Pengasuh pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfidz atau Gus Kikin menyambut baik kunjungan Kepala BNPT bersama rombongan. Pihaknya juga melakukan diskusi secara mendalam. Walhasil, ada kesamaan pandangan antara BNPT dengan Tebuireng, yakni sama-sama membangun ukhuwah atau persatuan.
“Itu yang sudah lama dilakukan oleh pesantren Tebuireng, yakni membangun ukhuwah. Karena hal itulah yang sudah lama diperjuangkan oleh pendiri NU Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyari. Kami di Tebuireng ini meneruskan perjuangan yang dilakukan Mbah Hasyim,” ujar Gus Kikin. [suf]






