Mojokerto (beritajatim.com) – Banjir yang terjadi di dua desa di Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto disebabkan dampak banjir kiriman dari wilayah Kabupaten Jombang. Aliran kanal atau saluran irigasi persawahan serta banjir yang terjadi di Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang meluap.
Kepala Dusun (Kadus) Betro Timur, Yayak mengatakan, air masuk ke pemukiman warga pada, Minggu (13/3/2022) sekira pukul 12.00 WIB. “Air yang meluber dari saluran kanal irigasi persawahan dari wilayah barat Mojokerto dan termasuk juga dampak banjir yang ada di wilayah Ngusikan, Jombang,” ungkapnya, Senin (14/3/2022).
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Joko Supangkat mengatakan, banjir yang terjadi di Dusun Betro Timur RT 05 RW 01 Desa Betro dan Dusun Kedungbulus RT 06 RW 02, Desa Watesprojo karena dampak banjir kiriman dari wilayah Jombang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”banjir”]
“Banjir yang terjadi karena dampak banjir kiriman dari wilayah Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang. Sehingga dua desa di wilayah Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto terendam. Di Dusun Betro Timur, Desa Betro 2 rumah dan di Dusun Kedungbulus, Desa Watesprojo 17 rumah,” katanya.
Masih kata Joko, di Dusun Betro Timur RT 05 RW 01 Desa Betro Ketinggian air di jalan desa kurang lebih 20-25 cm, 2 rumah warga terendam dengan ke kitinggian air di dalam rumah kurang lebih 5-10 cm. Serta 30 hektar tanaman tebu umur 5 bulan dan tanaman jagung, singkong dan padi siap panen terendam.
“Trend air naik perlahan. Sementara di Dusun Kedungbulus RT 06 RW 02 Desa Watesprojo, banjir merendam jalan desa dan 17 rumah dengan ketinggian air di jalan desa kurang lebih 15-20 cm dan di dalam rumah kurang lebih 10-15 cm. Halaman SDN Watesprojo terendam air dengan ketinggian 10-15 cm,” ujarnya.
Joko menambahkan, sekitar 30 hektar area persawahan dengan tanaman tebu umur 4 bulan dan tanaman padi siap panen terendam. [tin/kun]






