Lamongan (beritajatim.com) – Sebuah video memuat tentang penipuan minyak goreng bercampur air sempat viral di media sosial. Kini, polisi telah berhasil menemukan titik terang mengenai petunjuk awal kasus penipuan tersebut.
Diketahui sebelumnya, video berdurasi 27 detik tersebut memperlihatkan seorang pria yang sedang berada di halaman rumah sedang menuangkan minyak goreng curah ke dalam sebuah bak atau ember.
Usai dituang, ternyata minyak goreng itu telah bercampur dengan air. Sontak, hal ini membuat perempuan di video itu kecewa dan jengkel dengan ulah penjualnya. Apalagi, volume air lebih banyak dibandingkan minyak gorengnya.
“Viral minyak. Ditipu. Jarene minyak tibak e banyu thok isi e. Area Babat area Babat. Banyu tus didol wong sak juta pitung atus. Gak ilok wong e sing adol. Gak ilok. banyu blejet iki,” ujar perempuan dalam video viral tersebut.
Usut punya usut, perempuan korban penipuan ini bernama Siti Fatimah (57), produsen tahu asal Kelurahan Ledok Kulon Kabupaten Bojonegoro. Kala itu, ia membeli minyak goreng curah sebanyak 4 jerigen seharga Rp 1,7 juta, di Pasar Babat Lamongan dari seseorang yang tak ia kenal, saat menjajakan tahunya di Pasar setempat.
[berita-terkait number=”4″ tag=”minyak-goreng-berisi-air”]
Menyikapi hal tersebut, Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Yoan Septi Hendri mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, polisi mendapati petunjuk dari rekaman CCTV yang terpasang di sekitar Pasar Agrobis, Babat.
“Ada rekaman CCTV, dan itu baru petunjuk awal. Kita masih mengembangkan penyelidikan,” kata AKP Yoan Septi Hendri saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (11/3/2022).
Dari rekaman CCTV, lanjut Yoan, tampak seorang terduga pelaku penipuan itu sedang mengendarai sepeda motornya dan tiba di lokasi sekira pukul 04.08 WIB, Selasa (8/3/2022), sejenak sebelum ia berlalu.
Selanjutnya, tambah Yoan, pada pukul 04.22, terduga kembali ke lokasi tersebut bersama seseorang dengan membawa 4 jerigen berwarna biru yang diduga kuat ia jual ke Siti Fatimah tersebut.
“Empat jerigen warna biru itulah yang kemungkinan diserahkan pada korbannya setelah transaksi harga disepakati,” terang Yoan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”minyak-goreng”]
Lebih jauh, dengan dikantonginya alat bukti rekaman CCTV itu sebagai petunjuk awal untuk mengembangkan penyelidikan. Yoan mengaku, untuk sementara pihaknya tidak mau berspekulasi dulu mengenai dari daerah mana terduga berasal, apakah warga Lamongan sendiri atau luar Lamongan.
“Masih kita kembangkan. Mohon doanya, semoga pelaku cepat ketangkap,” sebut Yoan.
Terakhir, Yoan mengimbau kepada masyarakat untuk waspada jika ditawari minyak goreng dengan harga murah. Ia juga berpesan agar mengecek kebenaran minyak gorengnya dulu secara teliti agar tak tertipu.
“Kami minta masyarakat untuk lebih waspada dan teliti sebelum membeli minyak goreng,” pesannya. [riq/but]






