Surabaya (beritajatim.com) – Aksi demo sopir truk di Surabaya berakhir dengan damai. Mereka membubarkan diri sekitar pukul 16.00 WIB usai ditemui oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak di depan Kantor Dishub Jawa Timur. Pantauan beritajatim, Wagub didampingi Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim Polda Jatim dan Kepala Dinas Perhubungan Jatim.
Emil menjelaskan, ia sengaja datang ke kantor Dishub Jatim untuk menemui massa aksi dan mendengarkan keluhan dari masyarakat Jawa Timur. Ia mencoba berdiskusi dengan perwakilan masa aksi di Ruang Soetirto Kantor Dishub Jatim.
“Saya ingin melayani teman-teman semua, warga Jatim yang punya unek-unek dan keresahan. Alhamdulillah disikapi dengan bijak. Masyarakat kita harus sejahtera,” ujar Emil, Jumat (11/03/2022).
Dari pertemuan tersebut, para sopir dan pejabat yang ikut menghasilkan 3 kesepakatan, yakni tidak ada penindakan apabila mereka melebihi Dimensi dan muatan, Masalah uji KIR tidak boleh ada penolakan di balai- balai uji KIR di kabupaten/Kota, Jembatan Timbang tidak boleh melakukan penindakan tapi sosialisasi aturan ODOL 2023.
“Dari 22 Februari sudah ditegaskan. Kali ini tertulis bahwa nggak ada penindakan apabila dia melampaui ketentuan dimensi dan muatan namun karena kita menjaga keselamatan pengguna jalan, ada batasan yang semua sudah paham,” imbuh Emil.
Sementara itu, Dirlantas Polda Jatim Kombes Latif Usman menjelaskan, ia sepakat dengan tuntutan yang disampaikan oleh massa aksi. Namun, ia menggaris-bawahi keselamatan pengguna jalan lain jadi poin penting. Menurutnya, pihaknya akan menindak sopir yang membahayakan masyarakat.
“Kita sepakati bersama kita tidak akan melakukan penindakan jika kendaraan tersebut tidak membahayakan sopir dan kendaraan lain, jadi mereka juga harus sadar bahwa muatannya berlebihan perilakunya ugal-ugalan dan membahayakan orang lain,” tegasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”demo-sopir”]
Ucapan terima kasih disampaikan koordinator aksi demo sopir truk, Supriyono. Ia mengapresiasi Wakil Gubernur Jawa Timur yang mau menemui massa aksi dan berdiskusi dengan warga Jawa Timur.
“Saya sangat berterima kasih kepada Wakil Gubernur Pak Emil, Pak Dirlantas, Kadishub Jatim dan Kepala BPTD atas kesepakatan yang sudah terjadi didalam tadi,” ucapnya.
Supriyono berjanji akan menyebarkan kesepakatan ini dan membagikan serta mensosialisasikan kepada tiap-tiap komunitas. Dia berharap tiap komunitas mengerti dan paham atas Aturan ODOL. [ang/but]






