Jember (beritajatim.com) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jember sudah memetakan sepuluh cabang olahraga yang berpotensi menyumbangkan emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur, Juni 2022.
Pemetaan itu didasarkan pada beberapa pertimbangan. “Pertama, didasarkan pada hasil Porprov 2019. Berapa perolehan medali dari masing-masing cabor,” kata Soetriono, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Jember, dalam rapat dengar pendapat di Komisi D DPRD Jember, Kamis (10/3/2022).
Pertimbangan berikutnya adalah hasil seleksi dan pemusatan latihan sementara yang dilaksanakan lima kali serta dilakukan secara mandiri. “Kami panggil satu persatu dari masing-masing cabor, berdiskusi bersama dengan pengurus KONI, dan muncul 10 cabor unggulan dan 26 cabor non unggulan,” kata Soetriono.
“Dari situ, kami coba petakan lagi, sebetulnya berapa persenkah (peluang) rekan-rekan cabor meraih medali/ Kami petakan. Pada 2019, kita 3,42 persen dari ttotal 525 medali. Karena technical handbook dari provinsi sampai sekarang belum turun, kami belum bisa menargetkan berapa medali yang akam direbut. Namun kami berasumsi medali yang diperebutkan pada 2022 adalah 525 medali, sesuai dengan 2019,” kata Soetriono.
“Dengan posisi seperti itu, maka kontingen Jember, naik perolehan medalinya dari 3,42 persen menjadi 22,4 persen. Ini sesuai dengan target yang diutarakan cabor dan KONI. Berapa besar perolehan medali? 118 keping. Tahun 2019, (Kontingen memperoleh) hanya 18 keping Ini jadi dorongan kita bersama, melihat dari apa yang diutarakan cabor dan dikoreksi KONI,” kata Soetriono.
[berita-terkait number=”5″ tag=”koni-jember”]
Pemetaan ini, menurut Soetriono, masih bisa berkembang karena KONI menerapkan promosi dan degradasi. “Jumlah atlet yang ikut TC (pemusatan latihan) sekarang bisa dua kali lipat atau 1,5 kali lipat yang nanti dikirim ke porprov,” katanya. Jumlah ini bisa berkurang, menyesuaikan jumlah atlet yang diperlukan.
Soetriono menjelaskan, seleksi pemain 36 cabang olahraga sudah dilakukan pada 2021. “Dari 36 cabor tadi, sementara ini TC (Training Center atau pemusatan latihan) lima kali dengan anggaran Dinas Kepemudaan dan Olahraga pada 2021,” katanya, dalam rapat dengar pendapat di Komisi D DPRD Jember, Kamis (10/3/2022).
Setelah lima kali tatap muka pemusatan latihan ini, pengurus masing-masing cabor melakukan pemusatan latihan secara mandiri. “Karena sampai sekarang dana persiapan porprov, khususnya TC, yang sudah dianggarkan KONI dan diajukan ke Dispora belum turun. Mudah-mudahan dalam waktu dekat dana untuk TC sudah bisa turun,” kata Soetriono.
Pemusatan latihan harus segera dilakukan, karena awal April sudah memasuki bulan puasa. “Kalau anggaran TC ini tidak turun pada Maret, ya kemungkinan TC ini ‘tidak efektif’ karena dilakukan pada bulan puasa,” kata Soetriono. [wir/suf]






