Gresik (beritajatim.com) – Peluang Gresik United lolos ke Liga 2 semakin terjal. Situasi itu setelah ditahan seri 1-1 oleh Mataram Utama Jogyakarta di babak 16 besar Grup DD Liga 3 Nasional yang digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (10/03/2022).
Pada laga ini Gresik United bermain 10 pemain. Bek GU Akbar diganjar kartu merah oleh wasit karena menyikut kiper Mataram Utama.
Gresik United tertinggal lebih dahulu di babak pertama. Usai pemain Mataram Utama berhasil mencuri gol terlebih dahulu memanfaatkan bola muntah. Tim asal Gresik itu, berusaha mengejar ketertinggalan namun gagal berbuah gol.
Beberapa kali Gresik United menciptakan peluang. Salah satunya didapatkan penyerangnya Dedy Mustofa, di depan mulut gawang, penyerang nomor punggung 99 ini gagal memanfaatkan peluang emas. Sepakan jarak dekatnya melambung tinggi.
Babak kedua, Gresik United mampu menyamakan kedudukan melalui Akbar memanfaatkan sepak pojok pada menit 49.
Asisten Pelatih Gresik United Basuki menuturkan, secara umum penampilan anak asuhnya lebih bagus. Terbukti banyak peluang yang gagal dimanfaatkan menjadi gol.
“Kami akan perbaiki dalam laga berikutnya melawan PSGC Ciamis. Pertandingan terakhir ibarat pamungkas, tidak ada pertandingan lebih penting dari yang lain. Lolos tidaknya tergantung di pertandingan terakhir. Semua tim berpeluang lolos,” tuturnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik-united”]
Sementara, asisten pelatih Mataram Utama Johan Arga mengapresiasi penampilan Gresik United. Tim asuhannya juga bermain sangat baik.
“Sesuai prediksi tidak ada pertandingan mudah, belum ada satupun tim memastikan lolos. Sejujurnya mengapresiasi para pemain sepanjang laga mengatasi tekanan. Gresik United bermain bagus, hasil satu poin membuka peluang lolos ke babak selanjutnya,” pungkasnya. [dny/but]






