Bangkalan (beritajatim.com) – Potongan video hasil rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang memperlihatkan adanya aksi carok atau duel dengan senjata tajam antara tiga orang melawan satu orang di salah satu Rumah Makan area Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, mulai terkuak.
Video hasil rekaman CCTV itu, sebelumnya ramai beredar di WhatsApp dan Instagram yang kemudian viral di dunia maya.
Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino membeberkan kejadian tersebut dan menceritakan kronologis kala itu. Sebelum carok berlangsung korban inisial H (32) warga Tanjung Bumi saat itu berada di Rumah Makan dihampiri 3 orang pria dan langsung menganiaya korban.
“H waktu itu ada di parkiran rumah makan tersebut, datanglah tiga orang pria, 2 dari 3 pelaku melakukan penganiayaan dan membacok tubuh korban. Sedangkan 1 pelaku lagi melempar batu ke arah korban,” terangnya, Rabu (9/3/2022).
Mendapat laporan, Kapolres lalu memerintahkan tim Sergap Satreskrim Polres Bangkalan untuk mensterilkan lokasi kejadian dan memburu ketiga pelaku. Alhasil, satu pelaku berhasil diamankan.
“Setelah kami lakukan penyidikan, tim bergerak dan berhasil menangkap salah satu pelaku yakni inisial R (23) warga Kecamatan Ketapang, Sampang. 2 orang lainnya masih DPO. Kami juga menyita barang bukti berupa 1 buah sajam, 1 unit sepeda motor dan baju tersangka,” lanjut AKBP Alith.
[berita-terkait number=”4″ tag=”carok”]
Ketika ditanya apa motif dibalik aksi penganiyaan itu?. AKBP Alith mantan Pamen Bareskrim Mabes Polri tersebut menjelaskan jika motifnya murni karena pelaku sakit hati terhadap korban. “Berdasarkan pengakuan dari tersangka yang telah kita amankan, motifnya adalah sakit hati. R menjelaskan jika dirinya dan teman-temannya ditipu oleh H,” jelasnya.
Akibat ulah tiga orang pelaku penganiayaan tersebut terancam akan dijerat dengan pasal 170 ayat (2) tentang kasus kekerasan dan ancaman pidananya 9 tahun penjara.
Sekedar diketahui, inisial H saat ini menjalani perawatan di RSUD Syamrabu, Bangkalan, karena mengalami sejumlah luka akibat terkena senjata tajam.[sar/ted]






