Jombang (beritajatim.com) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang menggelar pelatihan juirnalistik di PP (Pondok Pesantren) Roudhotu Tahfidzil Quran, Kecamatan Perak. Acara tersebut dilakukan selama dua hari, yakni Sabtu (5/3/2022) hingga Minggu (6/3/2022).
Selain ilmu jurnalistik, santri juga diberi materi tentang berinternet secara sehat. Sehingga mereka bisa membedakan antara media sosial dengan media mainstream. Juga bisa membedakan antara hoaks dan fakta. Pelatihan tersebut diikuti 40 santri. Acara digelar di aula pondok pesantren setempat.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pwi”]
Pembina pondok Roudhotu Tahfidzil Quran, H Syarifuddin Ahmad mengatakan, pelatihan itu diharapkan bisa menjadi ladang ilmu bagi para santri dan santriwati yang mengikutinya. Gus Udin, sapaan akrabnya, berpesan agara santri bisa mengikuti pelatihan dengan baik dan menyerap ilmu jurnalistik yang disampaikan pengurus PWI Jombang.
Ketua PWI Kabupaten Jombang, Sutono Abdillah mengungkapkan, pelatihan Jurnalistik bagi santri dan pelajar ini merupakan program safari jurnalistik yang diadakan PWI Jombang selama Maret 2022. PWI mengadakan pelatihan di enam lokasi, yang meliputi pondok pesantren dan lembaga pendidikan di Kabupaten Jombang.
Enam lokasi itu di antaranya Pondok Pesantren Roudhotu Tahfidzil Quran Kecamatan Perak; SMK Plus Umar Zahid Semelo Kecamatan Bandarkedungmulyo; STIT Urwatul Wutsqo Diwek; MAN 3 Jombang; Ponpes Darul Ulum Rejoso Peterongan dan MTs Bahrul Ulum Genukwatu Ngoro.
“Pelatihan jurnalistik dan berinternet yang sehat untuk santri dan pelajar ini merupakan salah satu bentuk sumbangsih PWI Jombang kepada masyarakat. Semoga bisa memberikan manfaat dan wawasan bagi para santri,” ujar Sutono Abdillah. [suf]






