Jember (beritajatim.com) – Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, melaksanakan wisuda periode III tahun akademik 2021/2022 pada situasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, Sabtu (5/3/2022).
Wisuda ini diikuti 900 wisudawa dan dilaksanakan secara hibrid, perpaduan antara luring dan daring. “Wisuda secara daring atau hibrid masih menjadi pilihan yang paling aman, namun saya yakin walau diwisuda secara daring atau hibrid tetap tidak mengurangi nilai kesakralannya,” kata Rektor Universitas Jember Iwan Taruna, sebagaimana dilansir Humas Unej.
Wisuda secara daring atau hibrid menjadi kebijakan Kemendikbudristek yang harus dilaksanakan oleh semua perguruan tinggi negeri. “Kami paham dengan kekecewaan wisudawan, tapi di lain sisi kami juga dituntut memikirkan keselamatan bersama sebab dalam setiap wisuda pasti mengundang banyak orang,” kata Iwan.
Ervian Akbarsyah Mahendra, wisudawan dari Program Studi Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer, menyebut wisuda daring atau hibrid menjadi solusi yang tepat pada masa pandemi. “Wisuda harus tetap dilaksanakan walau secara daring atau hibrid dan meski tak semeriah wisuda luring. Bagi saya wisuda daring tetap penuh makna dan memberikan kenangan yang berharga,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”unej”]
Seluruh panitia wisuda dan perwakilan wisudawan diwajibkan melakukan tes swab antigen di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) dan atau di Universitas Jember Medical Center (UMC) dua hari sebelum hari pelaksanaan wisuda. Jika ada anggota panitia yang dinyatakan positif, disiapkan petugas cadangan.
Pergantian petugas agak susah dilaksanakan untuk tim paduan suara yang akan tampil. Wakil Koordinator Humas Rokhmad Hidayanto mengaku stres jika ada anggota paduan suara yang sudah berlatih berhari-hari kemudian dinyatakan positif dalam hasil tes swab antigen.
“Bagaimana harus mencari pengganti anggota paduan suara dalam waktu satu dua hari ? Kalau pun menemukan penggantinya, apakah bisa langsung klop dengan penyanyi lainnya. Itu jika yang positif satu orang, lha jika yang positif beberapa anggota paduan suara apa nggak ambyar,” kata Didung, sapaan akrabnya. [wir/but]






