Surabaya (beritajatim.com) – Mendengar istilah emosi kerap dikaitkan dengan seseorang yang mudah marah atau sedang dalam perasaan marah. Padahal menurut psikologi emosi merupakan ekspresi seseorang dalam menyampaikan perasaannya.
Dalam ilmu psikologi teori Paul Ekman, setidaknya manusia memiliki enam dasar sifat emosi, yakni marah, senang, takut, jijik, kaget, dan sedih.
Maka tidak melulu yang selalu marah, bisa juga orang yang mudah sedih atau mudah sekali merasa jijik digolongkan sebagai orang yang emosian.
Orang dengan sifat emosian ini biasanya memiliki ciri-ciri seperti berikut ini;
Perasaan sensitif
Setiap orang tentu memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Ada yang mudah sekali merasa ilfeel, kaget, seneng, sedih, atau marah dengan sesuatu.
Tak ayal jika orang emosian juga berkaitan erat dengan perasaan sensitif, terlebih yang mencakup sesuatu yang ia benci atau sukai. Ini bisa terjadi bahkan pada hal-hal kecil sekalipun.
Dalam psikologi ini disebut sebagai highly sensitive person. Namun, dalam penyebutan anak tongkrongan kerap dimaknai sebagai orang yang baperan.
Susah mengendalikan diri
Ciri seseorang yang emosian ialah sulitnya mengendalikan diri. Terlebih jika momen emosi tersebut terjadi. Ketika sedang mengekspresikan kemarahan, kebahagiaan, atau bahkan kesedihannya, mereka kerap mengambil keputusan atau tindakan secara asal.
Hal inilah yang kemudian dapat menyebabkan timbulnya rasa penyesalan di kemudian hari. Bahkan terkadang usai emosi tersebut mulai mereda, biasanya tak lama rasa sesal itu datang.
Kerap bingung dengan diri sendiri
Orang yang mudah mengekspresikan emosinya, terkadang ia sendiri bingung dengan dirinya sendiri. Tak sedikit dari mereka terkadang bertanya-tanya sendiri, kenapa hal demikian ini bisa terjadi? Padahal sebenarnya ini bisa dihindari atau diminimalisir.
Adapun cara menghindari sifat emosian ialah dengan cara membedakan antara emosi dan juga perasaan yang terjadi sehari-hari. Hal ini berguna untuk melatih ketenangan hati agar tidak mengekspresikannya secara berlebihan.
Bisa juga dengan cara menyampaikan apa yang ada dalam isi hati. Jadi, tidak disarankan untuk memendam perasaan sendiri.
Sebisa mungkin ceritakan pada orang yang dipercaya. Meski mungkin tidak mendapatkan solusi, setidaknya rasa yang terpendam itu bisa lepas dan membuat hati lega.
Jika masih tetap saja merasa emosian, alihkan dengan melakukan aktivitas positif, seperti olahraga, menulis, atau hal menyenangkan lainnya. Cara ini berguna untuk mengontrol suasana hati. (fyi/ian)






