Surabaya (beritajatim.com) – Bahasa cinta atau love language merupakan salah satu cara seseorang untuk mengekspresikan rasa cintanya terhadap orang lain. Setiap orang tentu memiliki love language yang berbeda-beda.
Munculnya istilah love language sendiri berawal dari Gary Chapman yakni penulis buku yang berjudul The Five Love Languages. Dalam hasil risetnya ia menyimpulkan bahwa ada lima bahasa cinta yang bisa mewakili perasaan seseorang, di antaranya;
Act of service
Sebagian orang mengekspresikan bahasa cintanya dengan tindakan yang diharapkan oleh pasangan. Melalui tindakan tersebut pasangan akan merasa lebih dihargai. Karena seseorang dianggap bisa membuktikan rasa cintanya melalui semua tindakannya.
Bahasa cinta act of service up identik dengan menunjukkan sebuah pengorbanan. Bahkan tindakan-tindakan sederhana, seperti memberikan payung pada pasangan ketika hujan bisa juga membangkitkan cinta seseorang.
Physical Touch
Selain art of service, ada juga yang bahasa cintanya berupa physical touch atau berupa sentuhan. Sentuhan fisik yang biasanya cukup hangat bisa membangkitkan cinta seseorang.
Sentuhan fisik ini misalnya bergandengan tangan, mengusap rambut, memegang wajah dengan kedua tangan, atau bahkan merangkul.
Words of affirmation
Ada juga bahasa cinta yang berupa kata-kata afirmasi, yakni sebuah kata atau kalimat yang berisi penegasan positif. Hal ini bisa berupa kalimat cinta atau sayang, seperti aku cinta kamu, aku serius denganmu, dan lain sebagainya.
Sebagian orang menganggap kata afirmasi yang demikian itu sebagai bukti tanda cinta seseorang terhadapnya. Tak ayal jika hal ini kemudian dirasa dapat membangkitkan perasaan cinta.
Quality time
Hal lain dari bahasa cinta ialah adanya quality time. Sebagian orang percaya bahwa pasangan yang meluangkan waktunya untuk bersama merupakan randa cinta yang sesungguhnya.
Mereka berpendapat bahwa sesibuk apapun pasangannya, jika benar-benar cinta setidaknya harus ada waktu khusus untuk bersama.
Receiving gift
Selain memberikan waktu, tindakan, kata cinta, dan sentuhan. Bahasa cinta juga bisa ditunjukkan dengan cara bertukar hadiah. Meski pada dasarnya hadiah yang diberikan tidak dinilai dari materinya. Melainkan hanya sebagai simbol cinta.
Tidak melulu yang mahal dan mewah, hanya saja terkadang seseorang melihat sesuatu pemberian yang dapat mewakili perasaannya. Hadiah yang sederhana namun diberikan dengan penuh cinta dan kasih sayang tentu terasa sangat berbeda kesannya.
Bisa jadi bahasa cinta kamu dan pasangan berbeda, termasuk love language yang diberikan dan diterima. Maka untuk mengetahuinya, kenali terlebih dahulu pasanganmu. Tentunya dengan komunikasi yang baik. Hal ini berfungsi untuk mempererat hubungan dengan pasangan. (fyi/ian)






