Surabaya (beritajatim.com) – Beberapa rumah adat di Indonesia selain memikat dan memiliki struktur bangunan yang khas.
Ternyata juga dirancang tahan gempa sejak zaman nenek moyang. Konstruksi bangunan adat banyak yang berbentuk rumah panggung. Umumnya, terbuat dari kayu yang dipercaya mampu menahan guncangan.
Bahan material yang digunakan cenderung ringan seperti kayu dan bambu. Struktur bangunan dikaitkan satu sama lain menggunakan pasak sehingga lebih kokoh juga dinamis.
Dilansir dari situs Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ada delapan rumah adat atau tradisional Indonesia yang diketahui mampu bertahan dari guncangan gempa.
Rumah Gadang
Rumah gadang adalah rumah adat dari suku Minangkabau. Rumah gadang dibangun dengan bertopang pada tiang kayu.
Kayu tersebut bertumpu di atas batu datar. Desain dari atap menyerupai tanduk yang runcing dan lancip. Memiliki daya lentur dan soliditas saat terjadi guncangan gempa.
Omo Sebua dan Omo Hada
Rumah tradisional dari masyarakat Nias di kepulauan Nias ini dibangun di atas tumpukan kayu ulin. Rumah Omo Hada memakai pasak dari kayu guna menyatukan antar bagian dan memiliki tiang-tiang penyangga yang arahnya tidak beraturan.
Woloan
Berasal dari Tomohon, Sulawesi Utara rumah woloan dibangun dengan konsep rumah panggung. Material yang dipakai berupa kayu besi dan kayu cempaka. Bangunan ada ini sudah dikenal sejak dulu bahwa tahan terhadap gempa.
Rumah Laheik
Nama laheik berasal dari Kerinci, Provinsi Jambi. Bangunannya tersusun dari kayu yang disatukan dengan pasak antar bagian disatukan dengan ikatan tambang yang terbuat dari ijuk.
Rumoh Aceh
Rumoh Aceh berbentuk panggung dan berbahan kayu. Didesain berdasarkan kondisi alam daerah Aceh dan faktor bencana alam lain di daerahnya.
Rumah Tua Bali Utara
Konstruksinya memanfaatkan saka atau tiang kayu dan lambang serta sineb sebagai balok. Menjadi salah satu temuan penting dalam sejarah gempa di Indonesia, khususnya Bali.
Rumah Joglo
Rumah joglo punya struktur lentur karena berbahan kayu. Hal ini pun bisa membuat rumah joglo tahan terhadap guncangan.
Struktur dari rumah joglo menghasilkan kemampuan meredam getaran atau guncangan yang efektif dan stabil.
Rumah Kaki Seribu Papua Barat
Rumah adat asli dari penduduk Suku Arfak, Kabupaten Manokwari. Struktur bangunan memakai banyak tiang penyangga di bawahnya. Seluruh konstruksi menggunakan kayu.
Ternyata bukan hanya Jepang saja yang mampu membuat bangunan tahan terhadap gempa bumi. Rumah adat di Indonesia pun bisa menahan dari guncangan gempa. (dan/ian)






