Sumenep (beritajatim.com) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Kepulauan Sapeken (Himpass) Sumenep berunjuk rasa ke PT Sumekar, Rabu (23/02/2022).
Mereka mendesak PT Sumekar segera mengoperasikan kapal DBS III yang melayari Kalianget – Pulau Kangean – Pulau Sapeken, karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat kepulauan.
“Kami turun jalan ini untuk menagih janji PT Sumekar. Saat kami audiensi beberapa waktu lalu, manjemen PT Sumekar menjanjikan bahwa 14 Februari 2022, kapal DBS III akan beroperasi. Tapi kenyataannya mana? Sampai sekarang kapal belum juga beroperasi,” kata Korlap Aksi, Ahyatul Karim.
[berita-terkait number=”5″ tag=”demo”]
Saat berunjuk rasa, para mahasiswa kepulauan itu membawa spanduk bertuliskan ‘Menagih janji PT Sumekar’. Selain itu, juga membentangkan poster-poster bertuliskan protes karena tidak beroperasinya kapal DBS III.
“Kenapa kapal DBS III tidak segera dioperasikan. Jangan hanya janji-janji. Ini kan kapal baru. Mengapa proses ‘docking’ gak selesai-selesai?” ujarnya.
Sementara Direktur PT Sumekar, Imam Molyadi menjelaskan, tidak beroperasinya Kapal DBS III karena proses docking sampai saat ini belum selesai. Ada beberapa hal teknis seperti penggantian komponen kapal yang ditemukan saat docking. “Komponen-komponen yang harus diganti ini kan pesan dulu. Itu yang menyebabkan proses docking molor selesainya,” terangnya.
Ia berjanji secepatnya akan mengoperasikan kapal DBS III setelah proses docking selesai. “Kami juga ingin kapal DBS III segera dioperasikan. Kami juga butuh. Hanya saja masalahnya, sekarang ini proses docking belum selesai,” ujarnya.
Sempat terjadi ketegangan antara mahasiswa pengunjuk rasa dengan Direktur PT Sumekar, yang meminta agar Direktur PT Sumekar menandatangani nota kesepahaman bahwa tanggal 10 Maret Kapal DBS III sudah bisa dioperasikan. Managemen PT Sumekar menolak pada poin tersebut, dengan dalih tidak bisa memastikan kapan selesainya docking. Pihaknya hanya bisa menyampaikan, sesegera mungkin kapal akan dioperasikan setelah proses perbaikan selesai.
Mahasiswa kemudian meninggalkan lokasi dengan perasaan kecewa, dan berjanji akan kembali turun jalan hingga tuntutan mereka dipenuhi. (tem/kun)






