Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Surabaya, AH Thoni saat reses menerima aduan Tatik Aruman seorang ibu yang mengaku tak punya tempat tinggal.
Mirisnya, Tatik Aruman adalah istri dari ketua RT 10/RW 05 Kelurahan Sukolila pak Aruman, yang sudah 3 periode ini menjabat. Dan atas kebijakan warga, pasangan lansia setahun ini tinggal di gudang Balai RT setempat.
Tatik saat bertemu AH Thony meminta bantuan DPRD Surabaya agar pengajuan rumah susunnya bisa difasilitasi dan direalisasikan sehingga tidak lagi tinggal di Gudang Balai RT warga.
Tatik bercerita, awalnya dia dan suami tinggal di Jl. Sadikin 43, Komplek TNI AL Kenjeran, karena pak Aruman suaminya merupakan ASN TNI AL. Namun setahun ini, oleh putrinya dialihkan ke orang lain, tanpa memikirkan nasib orang tuanya.
“Sudah dua tahun ini, kami mengajukan Rusunawa, tapi tak kunjung realisasi, mohon dibantu pak,” katanya sembari menangis.
Terkait hal ini, AH Thony tegas mengingatkan kembali agar Pemerintah Kota Surabaya segera melakukan penertiban penghuni rusunawa, mana yang layak atau sudah tidak layak menghuni, karena masih banyak warga yang lebih membutuhkan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-surabaya”]
“Sebenarnya ini pukulan bagi yang bersangkutan, namun karena masih mempunyai tanggung jawab sebagai RT dan kepada Warga, beliau mau bertempat tinggal di gudang. Mau pindah pun, mereka tidak mempunyai kemampuan,” kata Thony, Senin (21/2/2022).
Dia berharap Pemkot Surabaya segera menindak lanjuti informasi yang masuk dalam resesnya. “Sehinga tidak ada kesan bahwa Pemerintah hanya sekedar memanfaatkan tenaga pak RT dan RW, tetapi juga memikirkan kondisi mereka,” katanya.
Legislator Gerindra Surabaya ini mengatakan bahwa ini merupakan tantangan bagi masyarakat. RT dan RW yang sudah membantu mensejahterakan masyarakat, tapi rela tidak sejahtera karena tidak sempat memikirkan kondisi mereka sendiri. [asg/but]






