Sumenep (beritajatim.com) – Sebanyak 6 pemuda belasan tahun di Sumenep menggelar pesta minum-minuman keras (miras) oplosan. 3 diantaranya meninggal akibat miras oplosan itu.
Keenam ABG yang berpesta miras itu masing-masing berinisial SBR (19), warga Desa Pakamban Laok, kemudian FQ (19), warga Desa Jaddung, FDL (19), warga Desa Pakamban Laok, ANS (16), warga Desa Pakamban Laok, ZN (18), warga Desa Pakamban Laok, dan AQ (18), juga warga Desa Pakamban Laok. Semuanya masuk Kecamatan Pragaan.
“Pesta miras oplosan itu dilakukan di sebuah rumah kosong di Desa Pakamban Laok. Pemilik rumah berada di Surabaya, sehingga rumah dalam keadaan kosong,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Jumat (18/02/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”miras”]
Pesta miras itu dilakukan para pemuda sekitar jam 1 siang. Mereka mengoplos sendiri, alkohol dan minuman segar rasa buah berbentuk serbuk. Usai minum miras oplosan, mereka pun ambruk. Bahkan dari 6 orang, 3 diantaranya nyawanya tidak dapat tertolong.
Korban meninggal akibat miras oplosan itu yakni SBR, meninggal di rumahnya. Kemudian FQ, meninggal sesaat setelah mendapatkan perawatan di PKM Pragaan, dan FDL, meninggal sesaat setelah mendapat perawatan di Puskesmas Pragaan.
Sedangkan ANS, sampai saat ini masih dalam kondisi tidak sadar, dirawat di Puskesmas Pragaan. Kemudian ZN, dirujuk ke RSUD dr H. Moh. Anwar Sumenep, dan AQ dirawat di Pusmesmas Pragaan. Kondisinya mulai membaik.
“Saat ini kasus miras oplosan itu masih ditangani aparat kepolisian. Kami masih melakukan penyelidikan, karena korban belum bisa dimintai keterangan,” ujar Widiarti. (tem/kun)






