Surabaya (beritajatim.com) – Setiap orang tentu memiliki tujuan tersendiri dalam menabung, seperti membeli sesuatu atau pergi ke tempat impian. Bahkan sebagian di antaranya menabung untuk persiapan pernikahan.
Tabungan pra nikah memang perlu diterapkan, terlebih karena banyaknya biaya yang mungkin akan dikeluarkan untuk prosesi sakral ini.
Beragam cara pun tentu perlu dilakukan agar tabungan bisa berjalan sesuai rencana. Berikut ini cara tepat mengelola keuangan untuk tabungan pra nikah, di antaranya;
Tentukan target
Dalam menabung tentu seseorang perlu menentukan target pencapaian dan jangka waktu, terlebih untuk tujuan persiapan pernikahan. Hal ini bisa diaplikasikan secara individu maupun bersama pasangan.
Misalkan, dalam jangka waktu satu tahun target terkumpulnya tabungan sudah harus mencapai 20, 50, atau 100 juta. Semua itu tentu dilihat dari kapasitas yang sekiranya bisa dikumpulkan.
Catat segala pemasukan dan pengeluaran
Jika sudah membulatkan tekat untuk menabung, maka perlu juga mencatat segala sumber pemasukan. Entah itu dari gaji tetap atau pun dari hasil berjualan, semuanya perlu dicatat. Selain itu, mencatat keluarnya uang untuk membeli beragam hal sangat membantu untuk mengelola keuangan.
Dalam hal ini mungkin perlu untuk mencari pemasukan tambahan untuk segera mencapai target yang diharapkan. Jangan sampai pengeluaran justru lebih banyak daripada pemasukan.
Prioritaskan pengeluaran yang diperlukan saja
Godaan orang menabung ialah banyaknya keinginan dalam waktu bersamaan. Hal ini tentu harus diwaspadai, terlebih yang memungkinkan untuk meningkatkan angka pengeluaran.
Maka perlu adanya menentukan apa-apa saja yang memang menjadi prioritas. Memprioritaskan pengeluaran yang hanya diperlukan saja. Karena lebih baik tabungan berlebih daripada kurang. Setidaknya dengan lebihnya tabungan pra nikah tersebut bisa digunakan sebagai tabung rumah tangga nanti.
Terapkan metode 50-30-20
Mungkin sudah banyak orang yang menerapkan metode 50-30-20 dalam mengelola keuangannya. Hal ini memang dirasa cukup efektif untuk mereka yang ingin menabung.
Metode ini menerapkan 50% pemasukan untuk memenuhi segala kebutuhan, yang meliputi harian maupun bulanan. 30% untuk melengkapi keinginan, seperti baju, sepatu, dan lain sebagainya. Sedangkan 20% sisanya untuk disisihkan sebagai tabungan.
Alihkan sisa dari uang bulanan untuk tabungan
Bagi mereka yang bisa menahan keinginan, dan meminimalisir kebutuhan bulanan, biasanya cukup mudah untuk menyisahkan sebagian uangnya lebih banyak. Sisa dari pengeluaran inilah yang bisa dialihkan untuk ditabung.
Dengan begitu, target tabungan akan lebih cepat terkumpul, bahkan sebelum waktu yang telah ditentukan.
Itulah beberapa cara ampuh yang perlu diterapkan bagi pasangan yang sudah berencana untuk menikah. Entah dalam waktu dekat maupun agak lama. (Fyi/ian)






