Jombang (beritajatim.com) – Senyum Supiyati (63) langsung mengembang begitu mendapatkan dua kantung plastik berisi minyak goreng. Minyak berbahan sawit yang masing-masing kemasan satu liter itu kemudian ia tenteng di tangan kanan.
Sedangkan tangan kiri Supiyati menahan bayi yang ada di gendongannya. Beruntung, bayi yang merupakan cucunya tersebut tertidur lelap. Sehingga tidak mengganggu Supiyati saat antre minyak goreng murah di halaman kantor Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Pendapatan Daerah Badan Pendapatan Daerah (UPT PPD Bapenda) Kabupaten Jombang, Sabtu (12/2/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”minyak-goreng”]
Bagi Supiyati, minyak goreng murah adalah berkah. Karena selama ini harga minyak goreng melangit, yakni mencapai Rp 18 ribu per liter. Harga itu sangat berat, mengingat nenek asal Desa Sambongdukuh Jombang ini mengais rezeki dari berjualan gorengan.
Makanya, begitu ada kabar operasi pasar minyak goreng di halaman kantor Bapenda, Supiyati langsung tancap gas. Dia kemudian memfotokopi KTP miliknya sebanyak dua lembar. Fotokopi KTP itu diserahkan kepada petugas yang berjaga di operasi pasar.
“Tentu saja, operasi pasar ini sangat membantu kami. Karena harganya murah, yakni Rp 12.500 per liter. Ini saya beli dua kantung (minyak goreng). Dibatasi maksimal dua liter. Kalau boleh nambah, saya mau beli lagi,” kata Supiyati sembari menenangkan bayi di gendongannya yang mulai meronta.
Supiyati adalah salah satu dari ratusan pengantre dalam operasi pasar minyak goreng di halaman kantor UPT PPD Bapenda Kabupaten Jombang. Mereka datang silih berganti sejak siang. Masuk lokasi, menyerahkan fotokopi KTP, duduk di kursi antrean, kemudian dipanggil untuk membayar minyak goreng sesuai harga.
Operasi pasar tersebut juga dipantau secara langsung oleh dua pejabat, yakni Bupati Jombang Mundjidah Wahab dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Bahkan, Khofifah mendatangi sejumlah pengantre untuk melakukan dialog.
Dalam kesempatan itu, Khofifah mengatakan, operasi pasar sejauh ini terbukti efektif. Keluhan atas kelangkaan stok dan harga minyak goreng di Jawa Timur mulai tertangani. Oleh sebab itu, gubernur meminta bupati/wali kota di Jatim menggelar operasi pasar secara rutin.

“Kami mulai menggelar operasi pasar minyak goreng pada 19 Januari 2022. Ini dilakukan untuk mengontrol ketersediaan dan menjaga stabilitas harga. Operasi pasar sudah dilakukan di berbagai daerah di Jatim,” kata mantan Mensos (Menteri Sosial) ini.
Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6 Tahun 2022, HET (harga eceran tertinggi) minyak goreng sawit Rp 11.500 per liter untuk minyak goreng curah. Harga minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500 per liter, serta Rp 14.000 per liter untuk minyak goreng kemasan premium.
Walhasil, dalam operasi pasar tersebut harga yang dipatok di bawah HET. Selama operasi pasar di Jawa Timur, Khofifah menetapkan harga penjualan sebesar Rp. 12.500 per liter untuk minyak goreng kemasan sederhana. Namun para pembeli tidak boleh melakukan aksi borong. Pembelian maksimal dua liter.
“Semoga ini membantu pelaku usaha ultra mikro, yakni yang menjual gorengan. Namun untuk pemerataan, dalam operasi pasar ini dibatasi maksimal dua liter,” kata Khofifah yang juga menyalurkan zakat produktif kepada para pelaku usaha ultra mikro dalam kesempatan itu. [suf]






