Surabaya (beritajatim.com) – Bruno Fernandes dianggap sebagai salah satu pembelian terbaik Manchester United pasca Sir Alex pensiun. Bruno menjadi pemain yang dianggap memiliki jiwa klub Setan Merah karena etos kerja, kontribusi, dan mentalitas.
Tidak heran bila Bruno menjadi andalan di lini tengah karena sering mencetak gol dan menyumbang assist. Namun, hal yang berbeda terjadi pada akhir-akhir ini, terlebih saat Ralf Rangnick datang, performanya terlihat menurun. Lantas apa yang menyebabkan hal ini bisa terjadi?
Efek Kedatangan Ronaldo
Antara Ronaldo dan Bruno memang memiliki peran penting, terutama dalam berkontribusi terhadap gol. Apalagi banyak yang mendambakan hadirnya kedua pemain ini akan mampu menyihir para penonton.
Namun sayang, kedatangan Ronaldo justru menjadi bumerang bagi karir Bruno karena peran pentingnya menjadi tergeser. Padahal sebelum ada Ronaldo, Bruno yang menjadi sentral dalam mencetak gol, tetapi saat ini sudah diambil alih Ronaldo.
Tendangan Bebas Diambil Alih
Apalagi ada istilah pass to Ronaldo atau yang penting umpan ke Ronaldo. Benar saja produktivitas gol maupun assist Bruno menurun. Bruno yang sejatinya sering menjadi eksekutor bola mati seperti penalti, tendangan bebas, dan tendangan pojok tugasnya pun harus diambil alih.
Mengingat sumber utama gol Bruno berasal dari penalti dan tendangan bebas, meski tidak memungkiri Bruno juga sering mencetak gol dari situasi bermain terbuka. Setidaknya Bruno masih dapat berkontribusi melalui umpan kunci dan umpan pendek, lambung, dan terobosan lain.
Kurang Cocok dengan Skema Ralf Rangnick
Bruno memang kurang sesuai dengan racikan dari Rangnick yang memakai formasi 4-4-2 dan 4-2-2-2. Hal ini karena memang tidak ada posisi asli Bruno dalam formasi tersebut. Bruno yang berposisi sebagai gelandang serang lebih cocok dengan formasi seperti 4-2-3-1.
Sehingga tidak heran jika produktivitas Bruno kala ditangani Solskjaer begitu bagus. Karena saat ini posisi Bruno dalam skema 3 gelandang, diapit 2 gelandang bertahan. Sedangkan dalam 4-4-2 dan 4-2-2-2, Bruno bermain lebih ke samping sayap sehingga kreativitasnya di lini tengah lapangan pun tidak berjalan maksimal.
Akankah Bruno Fernandes hengkang dari Setan Merah? Atau Bruno akan mampu menyesuaikan dengan permainan Rangnick sehingga kembali pada performa terbaiknya? Kita saksikan saja permainannya ke depan. (dan/ian)






