Surabaya (beritajatim.com) – Bonek berencana menggeruduk Jakarta pada 22 Februari 2022 mendatang. Suporter militan Persebaya ini akan memberikan kartu merah ke Ketua Umum PSSI, Achmad Iriawan alias Iwan Bule. Hal itu tertuang dalam surat terbuka yang viral di media sosial (medsos).
Surat terbuka itu dibenarkan oleh Koordinator Green Nord, Husein Ghozali alias Cak Cong. Dalam surat terbuka itu, Bonek memberikan kartu kuning kepada Iwan Bule. Sejumlah desakan pun dituangkan agar PSSI membenahi Liga 1 2021 yang dianggap tak karuan. Mulai jadwal tanding hingga regulasi.
Pria yang kerap disapa Cak Cong mengatakan, surat terbuka itu hanya berisi tuntutan yang sederhana. Yakni perbaikan sepak bola Indonesia. Agar lebih baik dan bermartabat. Menurutnya, berkaca pada liga domestik saat ini, tidak bisa diharapkan untuk menghasilkan Timnas Indonesia yang berkualitas. Karena perangkat pertandingan masih minim kualitas.
“Kemudian jadwal pertandingan yang amburadul berbarengan dengan FIFA match day, kemudian regulasi yang ditabrak sendiri oleh pembuat regulasinya,” ujarnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Bonek”]
Hal ini, lanjut Cak Cong, juga berkaitan dengan klub-klub yang dipaksa bertanding, padahal sebagian besar pemainnya terkonfirmasi positif COVID-19. Seperti halnya Persela Lamongan melawan Madura United yang bertanding dengan dua pemain cadangan pada sabtu (5/2/2022) lalu.
Saat ini Bonek sudah mengeluarkan kartu kuning untuk Ketum PSSI, Iwab Bule. Pertanda bahwa dia mendapatkan peringatan awal. Ketika peringatan ini tak dihiraukan, maka Bonek akan mengeluarkan kartu merah dalam waktu dekat.
“Tanggal 22 (Februari) langsung saja ke Jakarta. Kayaknya gak ada sikap dan gak ada perubahan. Kita sudah warning ke Komite Wasit di Surabaya, gak ada perubahan malah lebih parah. Banyak tim yang dirugikan, bukan hanya Persebaya. Perangkat pertandingan luar biasa kacau,” ungkapnya.
Untuk itu, Bonek membuka tangan selebar-lebarnya bagi supporter lain jika ingin bergabung dalam aksi di Jakarta nanti. Menurut Cak Cong, aksi ini bukan hanya untuk Persebaya tapi untuk sepak bola Indonesia. “Supporter lain ayo, kita bergandengan tangan untuk perubahan sepak bola Indonesia lebih baik,” tegasnya.
“Saya tidak memaksa supporter yang tidak mau terlibat. Tidak masalah, tidak apa. Kita mengubah untuk kebaikan Indonesia,” dia melanjutkan.
Jika nantinya PSSI tak berubah, kemudian ada pembekuan dan berdampak pada Liga Indonesia, Cak Cong sudah sangat rela. “Untuk perubahan pasti pahit, tapi bermuara positif. Sesuatu yang dilakukan untuk memulai pasti pahit, tapi hasilnya InsyaAllah lebih baik lagi,” pungkasnya.[way/kun]






