Kediri (beritajatim.com) – ACT- MRI Kediri memberikan apresiasi kepada tenaga pendidik di Kediri yang terus konsisten menyediakan pendidikan di tengah masa sulit ini melalui program Sahabat Guru Indonesia. Amanah para dermawan berupa paket pangan telah sampai kepada belasan guru di Kediri, Rabu (3/2/2022).
Pendidik hadir dalam berbagai bentuk peran, salah satunya adalah guru honorer. Faktanya, guru honorer masih harus terus berjuang dalam ketidakpastian. Sahabat Guru Indonesia hadir menyapa guru-guru di Kediri untuk memperbaiki kondisi ekonomi guru prasejahtera.
Banyak cerita luar biasa yang kita dapatkan dari para guru yang terus berjuang untuk pendidikan di Indonesia di masa sekarang ini.
Salah satunya adalah Pak Supri (41) yang mengajar di SD Muhammadiyah 1 Kediri. Sudah 12 tahun beliau mengajar di sekolah tersebut. Membaca, menulis, dan berhitung, menjadi pekerjaannya sehari-hari.
“Setiap bulan saya mendapatkan gaji kurang dari satu juta rupiah dari mengajar, cukup gak cukup berusaha dicukupkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ungkap Pak Supri.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkot-kediri”]
Penghasilan yang tentu dirasa tidak cukup. Sebagai kepala keluarga yang memiliki 4 orang anak yang masih kecil, beliau harus berjuang ekstra untuk mendapatkan upah lebih.
Bantuan pangan ini disambut baik oleh para penerima manfaat. “Terlihat jelas antusias para guru yang sangat besar pada kegiatan kali ini. Keikhlasan tinggi yang mereka miliki patut diapresiasi dan dipertahankan. Karena itu kami berharap jangkauan program ini dapat terus mengalirkan kebaikan dari masyarakat untuk guru-guru di seluruh penjuru negeri ini,” jelas Tim Program ACT Kediri Mochamad Nur Ichwan. [nm/but]








