Surabaya (beritajatim.com) – Bertambahnya pemain Persebaya yang terjangkit virus Covid 19 membuat manajemen berusaha menekan supaya tidak semakin menyebar.
Saat ini penyebaran yang cepat dan saat ini meningkat ikut mewarnai jalannya kompetisi Liga 1 2021/2022. Tercatat, lebih dari 50 pemain dan puluhan official tim dari berbagai klub dinyatakan terpapar Covid-19.
Dua pertandingan ikut menjadi korban, yakni Madura United melawan Persipura Jayapura dan PSM Makassar melawan Persib Bandung. Penundaan karena jumlah pemain yang kurang dari ketentuan PT Liga Indonesia Baru (LIB) akibat terpapar Covid-19.
Salah satu yang ikut dibuat pusing adalah Persebaya Surabaya. Tercatat 12 pemain dan beberapa official tim dinyatakan positif Covid-19. Isu penghentian sementara Liga 1 2021/2022 pun sudah muncul di telinga masyarakat.
Menanggapi itu, Pelatih Persebaya Aji Santoso justru berharap Liga 1 musim ini dapat tetap berjalan dan diselesaikan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang super ketat.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persebaya”]
“Memang lagi maraknya pemain Liga 1 kena Covid-19, bagaimana pertandingan diberhentikan atau tidak PSSI dan LIB tentu sudah memikirkan itu. Yang jelas pertandingan sudah 50 persen riskan untuk dihentikan. Tapi, apapun keputusan federasi kami akan dukung,” ungkap Aji.
Mantan pelatih Persela Lamongan ini mengatakan bahwa klub pun sudah menerapkan aturan ketat kepada pemain untuk menerapkan prokes ketat dan melarang keluar hotel atau menerima teman di hotel sebagai antisipasi. [way/but]






