Ponorogo (beritajatim.com) – Sebanyak 18 ribu siswa-siswi SD di Ponorogo pada tahun ini mendapatkan Program Indonesia Pintar (PIP) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek). Jumlah tersebut sudah melalui verifikasi dan ditetapkan akan mendapatkan bantuan dari program tersebut.
“Dari 72 ribu siswa SD di Ponorogo, sebanyak 18.981 siswa yang mendapatkan bantuan dari PIP,” kata Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo, Imam Muslihin, Rabu (2/2/2022).
Bantuan PIP ini, besaran bantuannya berbeda ditingkatkan kelasnya, untuk kelas 1 dan 6 mendapatkan bantuan Rp 225 ribu. Sedangkan untuk kelas 2-5 mendapatkan Rp 450 ribu. Perbedaan pemberian bantuan kelas 1 dan 6 dengan kelas 2-5, karena dihitung berapa masuknya dalam satu tahun.
“Kelas 1 dan 6 kan biasanya hanya 6 bulan jadi bantuannya hanya Rp 225 ribu. Sedangkan untuk kelas 2-5 sudah masuk full setahun sehingga bantuannya Rp 450 ribu,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ponorogo”]
Pencarian bantuan PIP ini, kata Imam sekali dalam setahun. Kisaran di bulan April hingga bulan Desember. Tergantung dari sedikit banyaknya penerima PIP. Syarat utama penerima bantuan PIP ini, keluarganya masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementrian Sosial (Kemensos) RI. Sementara siswa yang mendapatkan bantuan program PIP ini, pihak sekolah yang mengusulkannya. Selain keluarga yang masuk DTKS, yang diusulkan juga siswa yatim piatu atau orangtuanya berpenghasilan Rp 500 ribu per tahun.
“Selain yang sudah masuk DTKS, juga bisa anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan atau penghasilan orangtua dibawah Rp 500 ribu per tahunnya,” katanya.
Imam menambahkan bahwa tahun ini siswa penerima PIP ini berkurang dibandingkan dengan tahun lalu. Pada tahun lalu, siswa yang menerima bantuan PIP sebanyak 27.000 siswa.
“Tahun lalu siswa yang dapat bantuan PIP sebanyak 27.000 siswa, ada selisih 8.019 lebih sedikit dibanding tahun ini,” pungkasnya. [end/but]






