Bangkalan (beritajatim.com) – Kesadaram masyarakat tentang sampah plastik di wilayah Kabupaten Bangkalan, masih minim. Terbukti, masih banyak sampah plastik berserakan di darat maupun laut akibat dari limbah rumah tangga.
Hal itu membuat sekelompok mahasiswa melakukan penelitian terhadap kandungan air yang berada di perairan Bangkalan. Hasilnya terdapat microplastik yang dapat merusak ekosistem laut.
“Kami lakukan penelitian di berbagai sample air dan sedimen yang dekat dengan sampah plastik, hasilnya terdapat microplastik,” ujar salah satu mahasiswa, Minggu (30/1/2022).
Ia menyebut, terdapat dampak buruk dari microplastik tersebut. Selain merusak ekosistem laut, juga dapat menimbulkan berbagai macam penyakit dari polusi air serta biota laut yang dikonsumsi oleh manusia.
“Tentu dapat menyebabkan penyakit karena jumlah microplastik ini semakin tahun semakin meningkat dan masuk ke dalam air serta biota laut,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bangkalan, Anang Yulianto menyebutkan telah melakukan sosialisasi pencegahan penggunaan sampah plastik. Namun, minimnya kesadaran masyarakat menjadi faktor utama tingginya penggunaan plastik di Bangkalan.
“Kami sudah lakukan sosialisasi di masyarakat nelayan, namun aplikasi di lapangan masih minim. Sehingga kami akan terus lakukan sosialisasi kedepan,” terangnya.

Ia juga mengaku belum maksimalnya pengelolaan sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang ada di Bangkalan. Sehingga, pihaknya akan melakukan peningkatan terdapat penglolaan tersebut.
“Kami perlu lakukan peningkatan agar lebih maksimal,” pungkasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”sampah-plastik”]
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Bangkalan, Effendi menuturkan pembahasan tentang pengelolaan sampah di pesisir dan sungai belum pernah dilakukan. Sehingga, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pemanggilan pada pihak terkait untuk mencari solusi permasalahan itu.
“Secara resmi belum pernah kami bahas. Dalam waktu dekat akan kami panggil. Termasuk untuk membahas peningkatan pengelolaan TPS3R,” tandasnya.[sar/ted]






