Jember (beritajatim.com) – Hasil penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menunjukkan adanya korelasi antara pemakaian pestisida yang berlebihan dengan beberapa kasus kesehatan seperti kematian bayi dan stunting.
Dekan FK Unej Supangat mengatakan, pemakaian pestisida yang berlebihan dan cara penggunaannya yang salah dalam budidaya pertanian dapat mempengaruhi kesehatan petani, yang pada akhirnya berkontribusi pada kasus kelahiran bayi cacat.
“Sementara pada kasus stunting, perubahan hormon pada bayi juga bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan orang tuanya akibat paparan pestisida yang berlebihan,” katanya, dalam sarasehan ‘Tujuh Mimpi Agromedis Fakultas Kedokteran Universitas Jember, Melangkah Bersama Wakil Gubernur Jawa Timur,’ di auditorium FK Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (25/1/2022).
Merespons hasil penelitian itu, Wakil Gubernur Emil Dardak berharap para penyuluh pertanian ikut bertanggung jawab mengedukasi para petani. “Hal-hal yang biasa dilakukan (petani) kalau itu ternyata kontraproduktif terhadap kesehatan, penyuluh pertanian harus ikut bertanggung jawab. Jangan membiarkan. Bukan hanya menyuruh tapi membiarkan, ini tidak boleh,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pestisida”]
Emil juga mempersilakan peneliti Universitas Jember untuk memanfaatkan alat penguji kandungan pestisida yang dimiliki Unit Pelaksana Teknis Pengujian Sertifikasi Mutu Barang dan Lembaga Tembakau (PSMB-LT) yang ada di Jember untuk riset. “Pemprov Jawa Timur melalui Dinas Kesehatan juga memiliki program Pos Upaya Kesehatan Kerja. Pos ini memberikan layanan kesehatan bagi karyawan di sebuah perusahaan atau industri tertentu,” katanya.
Ada sebelas Pos Upaya Kesehatan Kerja yang berada di puskesmas setempat di Jember. “Saya berharap konsep agromedis FK Universitas Jember bisa berkolaborasi dengan sebelas puskesmas tersebut agar para petani mendapatkan layanan kesehatan,” kata Emil.
“Kedua, kami memiliki program pemeriksaan cholinesterase atau pemeriksaan tingkat paparan pestisida pada darah petani di enam kabupaten yang juga terbuka didirikan di Jember,” kata Emil. [wir/ted]






