Jember (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Emil Dardak percaya Fakultas Kedokteran Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, bisa mengembangkan agromedis menjadi yang terdepan di Asia Tenggara.
“Inilah yang saya apresiasi dari Universitas Jember yang memilih untuk fokus di bidang yang memang sangat relevan untuk Jawa Timur,” kata Emil, usai sarasehan ‘Tujuh Mimpi Agromedis Fakultas Kedokteran Universitas Jember, Melangkah Bersama Wakil Gubernur Jawa Timur,’ di auditorium FK Universitas Jember, Kabupaten Jember, Selasa (25/1/2022).
“Agromedis ini adalah sebuah subdisiplin di dunia medis atau ilmu kedokteran yang mendalami hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan, dengan penyakit, yang seringkali terjadi di kalangan petani dan keluarganya,” kata Emil,
Emil memuji Unej yang akan menempatkan pusat agromedis jadi PUI (Pusat Unggulan Institusi) dan menjadi yang terkemuka di Asia Tenggara. “Ini bukan target muluk-muluk menurut saya. Sebagai kampus yang terbesar di wilayah Tapal Kuda, yang mana banyak kabupaten besar di sini, kita berharap betul Unej bisa memiliki area focus yang memang relevan,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”unej”]
Emil mengingatkan bahwa Jember adalah salah satu daerah pusat pertanian, selain Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso. “Di sini ada kakao, kopi, tebu, tembakau, belum lagi padi dan lain sebagainya. Jadi ini memang sangat relevan,” katanya.
Rektor Unej Iwan Taruna mengatakan, tujuan pengembangan konsep agromedis antara lain menciptakan keunggulan sesuai dengan potensi masing-masing perguruan tinggi. “Selain untuk meningkatkan kebermanfaatan Universitas Jember bagi masyarakat khususnya warga Tapal Kuda yang kebanyakan adalah petani,” katanya.
Unej bercita-cita mewujudkan FK sebagai pusat keunggulan agromedis di Asia Tenggara pada 2025. “Kami butuh dukungan semua pihak, termasuk Pemprov Jawa Timur,” kata Iwan Taruna. [wir/ted]






