Tuban (beritajatim.com) – Puluhan aktivis yang berasal dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tuban melakukan aksi turun jalan dengan sasaran kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat yang ada di jalan Kartini, Rabu (19/1/2022).
Aksi mahasiswa itu menuntut supaya Pemkab Tuban segera mengentaskan kemiskinan. Pasalnya, beradasarkan data terakhir tahun 2021, angka kemiskinan di Tuban kembali naik dibandingkan pada 2020. Dengan membawa beberapa poster, puluhan mahasiswa memulai aksinya dari dalam alun-alun Tuban. Kemudian mereka langsung mengarah ke pintu timur Kantor Pemkab.
Dalam orasinya, mahasiswa menilai, pemerintahan Kabupaten Tuban gagal dalam mengatasi kemiskinan. Mahasiswa itu membawa data dari BPS Tuban yang menyatakan bahwa kemiskinan di Tuban mengalami kenaikan dan berada pada peringkat lima dari bawah di wilayah Jawa Timur.
“Pemerintahan hari ini gagal dalam menangani kemiskinan. Tuban berada di urutan nomor lima dari bawah,” ujar Khoirukum Mimmu’aini, koordinator aksi, saat melakukan orasi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kemiskinan”]
Ia menambahkan, berdasarkan hasil survei BPS, jumlah penduduk miskin pada maret 2021 mencapai 19,58 atau bertambah 5,44 ribu jiwa. Jika dibandingkan dengan kondisi pada 2020 masih 187,13 jiwa. Hal itu menandakan bahwa Tuban masih mempertahankan posisinya sebagai satu kabupaten miskin. Karena ada penambahan keluarga miskin sebanyak 5 ribu jiwa lebih.
“PMII menyampaikan 9 tuntutan kepada Bupati Tuban. Yang pertama adalah tuntaskan angka kemiskinan di Kabupaten Tuban, terus untuk isu turnananya adalah berikan beasiswa mulai dari tingkat pelajar sampai jenjang perguruan tinggi,” tegasnya.
Dalam aksi di depan kantor Pemkab Tuban, puluhan mahasiswa gagal bertemu dengan bupati untuk menyampaikan aspirasinya. Mereka hanya ditemui oleh Kepada Dinas Sosial Tuban bersama dengan Kepala Satpol PP. Sebelum membubarkan diri, mahasiswa memebakar sejumlah poster tuntutan di depan gerbang kantor Pemkab Tuban.[mut/suf]






