Surabaya (beritajatim.com) – Banyak orang menganggap bahwa kulit kering dan dehidrasi adalah permasalahan yang sama. Nyatanya, kedua hal tersebut merupakan kondisi yang berbeda, yang mana diakibatkan oleh masalah yang berbeda dan membutuhkan penanganan yang berbeda pula.
Nah, agar tak salah paham, kalian yang merasa memiliki kondisi kulit seperti ini harus bisa memahami. Sehingga penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat.
Untuk membedakannya, simak ulasan berikut agar mengetahui mana gejala kulit kering dan gejala dehidrasi serta cara penanganan sederhana.
Kulit Kering
Jenis kulit setiap orang berbeda-beda, ada yang memiliki kulit berminyak, kulit kering, atau kulit kombinasi. Kulit membutuhkan cairan dan minyak alami atau sebum untuk menjaga kelembapannya.
Umumnya, pemilik kulit kering tidak memiliki kelenjar minyak yang cukup, sehingga kulit kekurangan pelumas yang berfungsi memelihara kelembapannya.
Namun, selain karena tipe kulit bawaan, kulit kering juga bisa terjadi lantaran iritasi, yang mana menyebabkan kondisi kulit terasa kasar, kusam, bersisik, atau terkadang disertai gatal.
Seperti paparan sinar ultra violet matahari dalam jangka waktu panjang atau bisa juga karena kebiasaan mandi air panas dan mandi berlama-lama.
Bentuk penanganan yang bisa kalian lakukan adalah :
- Rutin memakai pelembap
- Hindari sabun yang membuat kulit lebih kering
- Mempersingkat waktu mandi, terutama saat menggunakan air hangat
- Untuk wajah, gunakan pembersih bertekstur krim dan sabun mandi bertekstur gel
Kulit Dehidrasi
Berbeda dengan kulit kering, kulit dehidrasi bukanlah salah satu jenis kulit, melainkan kondisi yang terjadi saat tubuh kekurangan asupan cairan. Kulit yang dehidrasi akan terlihat kering, sementara kulit kering tidak selalu disebabkan oleh dehidrasi.
Menurut Healthline, salah satu trik untuk mendeteksi kulit yang dehidrasi adalah dengan mencubit sebagian kecil kulit pipi, perut, dada, atau punggung tangan dalam beberapa detik.
Kulit yang dehidrasi akan membutuhkan waktu lebih lambat untuk kembali seperti semula, sementara kulit normal akan memantul dan terasa kenyal setelah cubitan dilepaskan.
Penyebab dehidrasi salah satunya adalah kekurangan meminum air putih, atau bisa juga karena diare, muntah, demam, atau keringat dan buang air kecil berlebihan. Apabila kondisi tersebut dibiarkan, maka jaringan dan organ tubuh akan kekurangan cairan, termasuk kulit.
Beberapa hal yang bisa kalian rasakan adalah kulit terasa kering, gatal, kusam, disertai pula dengan bibir pecah-pecah, tubuh terasa lemas, bau mulut, serta pusing.
Bahkan seseorang yang mengalami dehidrasi bisa kesulitan dalam konsentrasi serta memiliki urin yang berwarna lebih gelap dengan bau lebih tajam.
Hal yang bisa kalian lakukan antara lain :
- Cukupi kebutuhan air
- Menggunakan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit, terutama produk yang mengandung hyaluronic acid
- Mengurangi minuman beralkohol atau kafein
- Perbanyak makanan sayur dan buah
Meski berbeda, bukan tidak mungkin kulit kering dan dehidrasi terjadi di saat yang sama. Jika mengalami kondisi seperti itu, maka disarankan untuk menggunakan rejimen yang mengandung minyak dan air. (mnd/ian)






