Bojonegoro (beritajatim.com) – Pengurus Cabang (PC) Persatuan Santri Alumni Sunan Drajat (Pessandra) Bojonegoro menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) II, di Pondok Pesantren Sunan Drajat Kedungsantren Bojonegoro, pada Sabtu (15/01/2021).
Agenda utama dalam Muscab kali ini yakni memilih ketua dan kepengurusan Cabang untuk periode 2021-2024. Diketahui, Muscab ini mengusung tema ‘Optimalisasi peran Santri Menguatkan Negeri’.
Turut hadir dalam Muscab ini di antaranya perwakilan alumni Sunan Drajat dari berbagai kecamatan se-Bojonegoro, perwakilan Pengurus Pusat (PP) dan PC Pessandra luar Bojonegoro.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pondok-pesantren”]
Selain itu, juga hadir sejumlah pejabat dari Pemkab Bojonegoro yakni Asisten Daerah 1 Djoko Lukito yang mewakili Bupati Anna Muawanah, Bakesbangpol, Anggota DPRD Jatim H Budiono S.Sos, serta perwakilan PCNU Bojonegoro.
Setelah melalui sejumlah proses, akhirnya Abdul Kholik Ubaidullah terpilih secara aklamasi sebagai Nahkoda baru PC Pessandra Bojonegoro periode 2021-2024. Ia menggantikan ketua sebelumnya, Gus Azhar Ma’ruf.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua terpilih Abdul Kholik Ubaidullah yang juga musisi gamelan selawat Aji Soka ini mengungkapkan, bahwa ke depan pihaknya akan berupaya untuk lebih mempererat silaturahmi antar alumni se-Bojonegoro yang jumlahnya puluhan ribu.
Dengan mempererat silaturrahmi, ia menambahkan, maka akan tercipta kesinambungan antar alumni, berjejaring secara massif demi mencapai tujuan bersama yang selaras dengan visi misi Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD).
“Intinya, alumni perlu berjejaring secara massif, baik generasi tua maupun muda. Selanjutnya, sinergitas berbasis kepahaman dari peran para alumni juga sangat penting. Sehingga dengan kekeluargaan harmonis yang terjalin lintas alumni ini akan memberikan kontribusi positif, manfaat, dan kesuksesan dalam meraih cita-cita,” ungkap pria yang akrab disapa Kang Obeh tersebut, Senin (15 /1/2022).
Menurut Obeh, Alumni Sunan Drajat merupakan alumni yang paling tua se-Indonesia dan bersanad langsung ke Sunan Drajat. Oleh sebab itu, para alumninya juga patut meneruskan perjuangan dan mengamalkan nilai-nilai luhur yang diperjuangkan Sunan Drajat.
“Secara trah kita paling tua, dibuktikan saat Ketua Hindu sedunia datang ke Indonesia untuk memasang tumbal tanah Jawa yang setiap 500 tahun sekali harus diperbarui, menurut cerita, hal ini dimulai pada era Syekh Subakir dan penunggu tanah Jawa,”
“Lalu, saat ketua Hindu bertanya ke Gus Dur terkait mana pondok tertua yang ada di Indonesia, Gus Dur menjawab Pondok Sunan Drajat, Maka di tanamlah tumbal tanah Jawa tersebut di tengah-tengah Masjid Agung PPSD, hingga kini,” papar Kang Obeh.
Sementara itu, Ketua PP Pessandra Dr Sulanam dalam sambutannya menyampaikan motivasinya kepada seluruh alumni, utamanya bagi ketua yang baru saja terpilih. Tak cukup itu, ia juga berpesan, agar para alumni terus produktif dalam berkarya dan memberikan kemanfaatan kepada masyarakat.
“Seperti apa yang dipesankan oleh Pengasuh PPSD, Dr KH Abdul Ghofur, mari kita tata Pessandra ini sebaik mungkin, siap melarat demi kepentingan umat. Abah Yai selalu mendoakan kepada kita, kita tergolong alumni yang beruntung, karena masih bisa sowan, dan mendapat petuah-petuah secara langsung,” tutur Sulanam.
Lebih lanjut, Sulanam menjelaskan, jika saat ini alumni Sunan Drajat sudah tersebar di seluruh daerah se-Indonesia, dan kepengurusannya telah dibentuk secara bertahap. Ia berharap, PC Pessandra Bojonegoro mampu menjadi pioner bagi kepengurusan yang lain.
“Semoga langkah kita dimudahkan oleh Allah Swt. Serta di manapun alumni berpijak, mudah-mudahan kita selalu bisa menebar kebaikan dan manfaat,” tandasnya.
Berdasarkan pantauan beritajatim.com, di sekitar arena Muscab banyak banner ucapan yang terpampang dan berjajar hingga sepanjang jalan masuk komplek Pesantren Kedungsantren Sunan Drajat, mulai dari kolega, pejabat setempat, partai politik, hingga Kementerian RI. [lus/kun]






