Surabaya (beritajatim.com) – Olahraga merupakan hiburan yang, harus diakui, sangat disukai masyarakat dari berbagai kalangan. Selain menyuguhkan hiburan, olahraga juga memberikan mimpi bagi para atilitnya.
Dengan menjadi atilt profesional, mereka bisa menjadi orang kaya dengan penghasilan tinggi sekaligus mendapatkan ketenaran. Di sisi lain, olahraga juga menyimpan sisi gelap yang mungkin, juga disadari oleh para atlit sekaligus para penggemarnya.
Sudut pandang mengenai duni agelap dalam oleharaga inilah yang hendak diangkat oleh Bad Sport, seri dokumenter terbaru Netflix. Bukan hanya menguak mengenai berbagaai skandal pengaturan skor, judi, dan bagaimana para broker mendekati pemain.
Ada 6 episode di series Bad Sport ini. Masing-masing episode megnuak mengenai skandal yang pernah terjadi di berbagai cabang olahraga. Hoop Scheme misalnya, yang menjadi episode pertama dari series ini, bercerita mengenai skandal pengaturan skor di turnamen bola basket antar universitas di Amerika Serikat.
Begitu juga dengan Footbalgate yang mengangkat tentang peran skandal Calcio Poli di Italia. Mereka menguak bagaimana caranya Direktur Juventus, Luciano Moggi mempengaruhi para wasit agar memuluskan langkah mereka melakuakn pengaturan skor.
Film ini juga mengangkat banyak kasus mengenai perdagangan narkoba di dunia olahraga sampai skandal pembunuhan kuda. Beberapa skandal dan kasus yang mereka angkat mungkin telah kita lupakan. Namun, bukan berarti kasus yang terlupakan itu, tingkat kriminalitasnya lebih kecil dari skandal yang lain.
Bad Sport termasuk sebagai film dokumenter yang menarik karena diproduksi dengan baik. Disini, kita akan menemukan pandangan yang mengasyikkan tentang skandal yang mengejutkan. Bahkan, sebagian besar diceritakan orang-orang yang menjadi pusat cerita. Oleh orang-orang yang menjadi pelaku kunci skandal yang terjadi.
Beberapa film olahraga yang serupa hadir dengan beberapa episode yang lebih berfokus pada skandal lama dari seri 30 For 30 ESPN memang sudah berjalan lama, seperti “The U” dan “Pony Excess”. Namun, Netflix tak hanya berhenti di situ saja. Mereka terus melakukan penyelidikan dan berusaha agar film-film baru mereka tentang skandal olahraga memiliki keksesuaian cerita.
Hal ini mereka buktikan dengan lahirnya film UNTOLD dan Bad Sport yang seakan menjadi series yang berkelanjutan. Tidak berbeda jauh dengan seri UNTOLD, keunggulan dari film dokumenter olahraga Netflix berada pada akses yang diperoleh pembuat film.
Disini hadir tokoh sentral dalam cerita-cerita yang muncul menceritakan sisi mereka sendiri dari banyak kasus orang-orang yang menghadapi konsekuensi serius dari tindakan mereka di masa lalu. Maka dari itu, dari kata-kata mereka sendiri mengangkat lebih dari sekadar menceritakan kembali namun kita akan mendalaminya.
Seperti ketika mereka megnungkap skandal yang pernah dilakukan klub bola basket universitas Arizona atau Arizona State University. Seorang broker sekaligus tokoh utama dari skandal tersebut megnatakan, “Dia berkata kepada saya, saya akan melakukan ini, tetapi saya tidak ingin kalah.”
“Saya katakan, Kawan, Anda tidak perlu kalah. Hanya saja, jangan menang lebih dari yang akan saya katakan kepada Anda.”
Sang pemain bintang dari Arizona, Stevin ‘Hedake’ Smith pun turut diminta untuk berbicara. “Oh benarkah? Jadi maksudmu, kita bisa memenangkan permainan, dan aku bisa menghasilkan uang? Sialan.” Sungguh menonton film ini akan membuka banyak pandangan baru tentang dunia olahraga dan kriminal. [prd/tur]






