Jakarta (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Lumajang terus mengupayakan penyiapan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak erupsi Gunung Semeru. Salah satunya dengan penyediaan fasilitas listrik di kawasan relokasi yang telah ditentukan, yaitu di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, dan Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo.
Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, secara bertahap, pembangunan jaringan listrik yang dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada wilayah relokasi di Desa Sumbermujur.
“Mendukung upaya pemulihan warga terdampak, PLN berkomitmen untuk mendukung kelistrikan dengan memastikan kesiapan jaringan pada huntara. Beberapa tahapan awal telah dilakukan di lokasi relokasi,” ujarnya.
Perkembangan pada saat ini, Muhari menambahkan, PLN memasang listrik untuk tenda petugas dan pos operasi TNI yang melakukan pembersihan lahan relokasi. Di samping itu, pemasangan 5 tiang listrik dari 16 tiang yang diperlukan juga telah dilakukan petugas PLN.
Nantinya penyulang Pronojiwo akan menyuplai listrik sampai dengan pintu utama lahan relokasi. Petugas PLN telah mengkalkulasi kebutuhan untuk penyambungan jaringan listrik dari penyulang ke kawasan relokasi. Kebutuhan yang diperlukan yaitu penambahan 45 tiang tegangan menengah (TM), 212 tiang tegangan rendah (TR), 8.565 meter saluran utama tegangan menengah (SUTM), 8 Unit trafo, 8.776 meter saluran utama tegangan rendah (SUTR) dan 2.000 SR APP 1 phasa.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gunung-semeru”]
Selain itu, lanjutnya, PLN menawarkan kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk memberikan material abu batu bara atau fly ash dan bottom ash (FABA) sebagai material pendukung pembangunan infrastruktur huntara. FABA merupakan abu sisa pembakaran batu bara yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga uap atau industry berbahan bakar batu bara lain.
Muhari menjelaskan, material tersebut kemudian dapat diolah menjadi campuran pendukung produk bata ringan, batako, paving, beton jalan, beton konstruksi, spesi/luluhan untuk lantai rabatan dan pondasi huntara, jika pihak pemerintah daerah membutuhkan.
Menurutnya, relokasi yang berada di Desa Sumbermujur dan seluas 81,55 hektar ini rencananya akan dibangun 2.000 unit huntara. Di samping penyiapan listrik, Pemerintah Kabupaten juga merencanakan untuk melakukan pelebaran dan pengaspalan jalan sehingga fasilitas ini akan mempermudah akses dari jalan menuju kawasan relokasi. [hen/suf]






