Lamongan (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak melakukan sidak ke Lamongan, tepatnya di Desa Sekarbagus Kecamatan Sugio, untuk memastikan penanganan kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut, Kamis (30/12/2021).
Diketahui, Desa Sekarbagus merupakan salah satu desa yang masuk dalam 5 kecamatan pilot project (Sugio, Babat, Modo, Sambeng dan Kedungpring) kemiskinan ekstrem di Kabupaten Lamongan.
Saat meninjau salah satu rumah penerima program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Wagub Emil mengapresiasi kinerja semua pihak dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem.
“Terima kasih atas kerjasama yang baik dari Pak Bupati beserta jajaran hingga Kadinsos, Camat, Kades di 5 kecamatan yaitu Kecamatan Modo, Sambeng, Kedungpring, Sugio dan Babat. Di masing-masing kecamatan ini, dipilih 5 desa, salah satunya Desa Sekarbagus, ini Kadesnya Pak Imam Mustakim,” ungkap Emil.

Wagub Emil juga menjelaskan, bahwa penentuan suatu keluarga yang masuk kategori kemiskinan ekstrem itu didapatkan dari data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).
“Itu ada desilnya, desil satu, dua, tiga, dan empat. Nah, yang desil satu ini, yang ada di desa ini semuanya disisir, mana yang kondisinya paling membutuhkan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Mantan Bupati Trenggalek ini menuturkan, bahwa keluarga yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem tersebut juga akan mendapat tambahan bantuan dari ABPD Provinsi Jawa Timur.

“Nah, selain mendapatkan dari program pusat, juga ada tambahan dari APBD Provinsi, ada bantuan senilai dengan BPNT, kurang lebih dua ratus ribu per bulan,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, yang akrab disapa Bupati YES tersebut mengungkapkan, berbagai bantuan telah tuntas disalurkan demi penanganan kemiskinan ekstrem.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-lamongan”]
“Seperti yang disampaikan Pak Wagub tadi, kami secara cepat menunaikan tugas menyerahkan berbagai bantuan kepada yang berhak menerima. Untuk desil 1 ini pun akan segera tuntas sesuai target. Sebelum 2024 sudah tuntas kemiskinan ekstrem di Lamongan,” ungkap Bupati YES.
Lalu, untuk menyeimbangkan berbagai bantuan tersebut, Bupati YES mengaku, Pemerintah Kabupaten Lamongan telah memasukkan 200 bantuan Rutilahu dalam anggaran 2022 kepada masyarakat rentan lainnya.
“Kemarin kita juga sudah keliling, sudah serentak untuk bantuan dari Provinsi dan Pusat. Tahun depan, untuk melengkapinya, kita juga ada sekitar 200 program bedah rumah. Itu semua seperti yang dimaksudkan oleh Pak Emil supaya desil satu ini segera tuntas,” pungkasnya. [riq/but]






