Lamongan (beritajatim.com) – TNI-Polri dan Pemkab Lamongan menggelar apel pasukan pengecekan akhir Operasi Lilin 2021 dalam rangka pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru), di Alun-alun Lamongan, Kamis (23/12/2021).
Diketahui, pengecekan akhir ini meliputi aspek personel maupun sarana prasarana untuk operasi lilin yang akan digelar selama 10 hari, dimulai pada Jumat (24/12/2021 hingga Minggu (2/1/2022).
“Dalam pengamanan Nataru ini, total pasukan yang disiapkan seluruhnya meliputi 83.917 personel Polri, 15.842 personel TNI, serta 55.086 personel instansi terkait dan relawan lainnya,” ujar AKBP Miko Indrayana, usai apel gelar pasukan.

Menurut AKBP Miko, sejumlah personel yang ditejunkan ini akan ditempatkan di pos pengamanan dan pos pelayanan yang sudah ditentukan sebelumnya.
“Ditempatkan di 1.607 pos pengamanan, untuk mengantisipasi gangguan Kamtibmas dan Kamseltibcar lantas. Juga di 675 pos pelayanan yang berada di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, dan lain-lain,” terangnya.

Sedangkan untuk Lamongan sendiri, AKBP Miko menuturkan, ada sekitar 348 personil yang diterjunkan. Selain itu, pihaknya menambahkan, ada 5 (lima) titik potensi yang menjadi atensi dalam pelaksanaan kegiatan Nataru ini, salah satunya yang menjadi titik konsentrasi adalah di jalur poros.
“Kita menerjunkan lebih kurang 348 personil yang terdiri dari TNI-Polri bersama dengan instansi lain seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan. Selain 348 tersebut, kita juga mendapatkan bantuan dari relawan, serta organisasi masyarakat yang lain,” jelasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”lamongan”]
Lebih jauh, AKBP Miko menyampaikan, agar masyarakat dapat merayakan Nataru dengan aman dan nyaman, pelaksanaan pengamanan ini dilakukan dengan mengedepankan preemtif dan preventif secara humanis, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional.
“Dan tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat guna mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Lamongan,” tandas AKBP Miko.
Setelah kegiatan apel gelar pasukan selesai, acara kemudian dilanjutkan dengan pemberangkatan personel patroli gabungan dari TNI, Polri dan Pemerintah Daerah oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi secara simbolis. [riq/but]






