Jakarta (beritajatim.com) – Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing menegaskan pemimpin tidak cukup bermodalkan popularitas. Menurutnya, semua bisa dipoles untuk memanipulasi persepsi publik.
Sebaliknya, menurut Emrus, pemimpin Indonesia ke depan adalah pemimpin yang memiliki kualitas. “Jadi, populer itu hanya di permukaan saja sifatnya. Bukan substantif mengenai kualitas seorang pemimpin,” kata Emrus dalam Diskusi Refleksi Akhir Tahun Perempuan Hebat bertema “Kepemimpinan Perempuan dalam Perspektif Kebangsaan”, Rabu (22/12/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”pilpres-2024”]
Dia lantas mencontohkan, sosok Puan Maharani adalah pemimpin yang apa adanya, tidak mengedepankan pencitraan, tetapi pemimpin yang bekerja sehingga menimbulkan citra positif. “Saatnya wacana publik kita geser ke kualitas pemimpin bukan sekadar popularitas,” kat Emrus.
Dia juga menilai, Ketua DPR RI Puan Maharani sangat mumpuni sebagai calon presiden RI. Alasannya, Puan satu-satunya calon yang saat ini memiliki jejak ideologis yang jelas dan pasti. Dalam hal menjaga ideologi nasionalisme, Emrus menyebut, Puan tentu lebih pasti dan tidak perlu diragukan lagi.
“Kalau sekadar ideologis siapa saja masih bisa berubah tetapi Puan lebih dari anak ideologis dan anak biologis sehingga sudah pasti tidak akan bergeming sedikitpun komitmennya terkait nasionalisme,” ujar Emrus.
Dia pun yakin, karakter Puan yang mengayomi, mampu menciptakan stabilitas politik, komunikasi yang menyejukkan, tenang dan memegang teguh prinsip sangat dibutuhkan bangsa Indonesia saat ini.
“Hal yang tidak bisa dipungkiri adalah bahwa beliau adalah seorang ibu. DPR yang dia pimpin stabil, dia juga muncul sebagai sosok yang tenang, penuh kelembutan, tidak banyak bicara tapi hasil kerjanya nyata. Ini persis kualitas keibuan,” kata Emrus. [hen/suf]






