Surabaya (beritajatim.com) – Kasus pembacokan Abdul Halim (33) warga Jl Tambak Wedi Jaya GG III yang terjadi di Jl Stasiun kota Surabaya, Sabtu (18/12/2021) malam memasuki babak baru. Dari lokasi kejadian, polisi menemukan slontong (wadah celurit) yang diduga kuat milik pelaku.
Kanit Jatanras Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Ipda Agung Suciyono membenarkan informasi tersebut. Sayangnya, untuk celurit diduga kuat masih dibawa oleh pelaku.
“Yang kami temukan hanya slontongnya saja, untuk celuritnya tidak ada,” ujar Agung saat dikonfirmasi Beritajatim, Minggu, (19/12/2021) sore.
Ditanya perihal jumlah pelaku yang terlibat dan motif Agung hanya menjawab bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Untuk jumlah dan identitas pelaku masih kita dalami. Mohon bersabar pasti kami tangkap,” imbuhnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Beritajatim, saat ini korban pembacokan masih menjalani pemeriksaan secara intensif di RSUD Dr. Soetomo. Sementara keluarga korban yang mendampingi di rumah sakit masih belum bisa dimintai keterangan oleh awak media.
Sebelumnya, Abdul Halim (33) warga Jl Tambak Wedi Jaya GG III, dibacok orang tidak dikenal saat melintas di Jl Stasiun kota Surabaya, Sabtu (18/12/2021) sekitar pukul 20.15 WIB. Naasnya, Tempat Kejadian Perkara dekat Polsek Pabean Cantikan.
Informasi yang dihimpun beritajatim.com, korban yang mengendarai motor Yamaha Jupiter hijau L 3810 MU sempat dipepet oleh dua motor.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bacokan-tambak-wedi”]
Ilyas (29) warga sekitar mengatakan, saat kejadian suasana di sekitar lokasi sangat sepi dan mengira korban mengalami kecelakaan lalu lintas.” Saya pikir tadinya dia terjatuh karena kecelakaan,” ucapnya.
Namun setelah melihat banyaknya darah yang keluar, saksi berencana memberikan pertolongan. Namun dirinya kaget setelah melihat korban mengalami luka sangat parah di lengan kanan dan perutnya.
“Korban mengalami luka sabetan senjata tajam di bahu kanannya sampai hampir putus, di perutnya juga mengalami luka,” pungkasnya. (ang/ted)






