Magetan (beritajatim.com) – Kekecewaan wali pasien anak NR warga Kecamatan Magetan tak hanya soal pelayanan nakes di RSUD dr Sayidiman. Tapi juga termasuk fasilitas ruangan perawatan yakni Paviliun Wijaya Kusuma. Selain atap bocor, kamar mandi untuk ruangan VIP juga tak terawat. Kloset duduk sudah rusak sehingga membuat pasien kesulitan untuk buang air.
Kejadian tak menyenangkan dialami R wali pasien anak yang menjalani perawatan pada Selasa (14/12/2021) hingga Jumat (17/12/2021). Ruangan yang digunakan untuk merawat anaknya bocor di beberapa tempat. Selimut yang digunakan anaknya juga turut basah. Dia lantas meminta pindah ruangan.
”Setelah pindah ruangan, ya benar bagian ruangan tidak bocor. Tapi, pas di depan pintu, itu ada eternit yang bolong, air keluar dari situ dan membasahi koridor. Hal tersebut bisa membahayakan siapa saja apalagi pasien yang kebetulan jalan ke situ,” kata R, Sabtu (18/12/2021).
Selain itu, kondisi toilet turut membuatnya kecewa. Kondisi kloset sudah tidak utuh. Bahkan masih ada kerak yang membandel, toilet terkesan tidak terawat sama sekali. Bahkan, dia merasa kecewa karena dudukan toilet yang sudah tidak utuh, dia merasa kasihan pada anaknya yang kesulitan saat buang air.

”Biaya yang ditentukan oleh Pemda yakni Rp 250 ribu per malam untuk VIP dan Rp 350 ribu per malam untuk VVIP ini benar-benar digunakan untuk pemeliharaan atau tidak. Karena sesuai Perbup 13/2016 tentang Tarif Layanan Paviliun Wijaya Kusuma RSUD dr Sayidiman seharusnya pendapatan pelayanan kesehatan digunakan untuk pemeliharaan dan biaya belanja operasional,” katanya.
R sangsi jika RSUD dr Sayidiman benar-benar menggunakan uang hasil yankes digunakan sebagaimana mestinya. Dia tak ingin mendengar alasan RSUD yang masih terus mengkambinghitamkan pandemi yang menyebabkan lambannya perbaikan atau nihilnya pemeliharaan untuk ruang paviliun.
[berita-terkait number=”4″ tag=”magetan”]
”Pasti ada saja alasannya. Kepala Paviliun Pak Annastasya Eko yang selalu meminta maaf ke saya terkait kondisi paviliun yang sedemikian parah. Katanya segera diperbaiki. Tapi entah kapan, tahun ini katanya ada perbaikan tapi duitnya dialihkan untuk penanganan Covid-19. Pandemi selalu dijadikan alasan,” keluh R.
Terpisah, Direktur RSUD dr Sayidiman drg. Ratnawati tak memberikan respons terkait pertanyaan beritajatim.com terkait kondisi Paviliun Wijaya Kusuma. Berikut terkait pendanaan ataupun penganggaran untuk pemeliharaan atau rehab gedung. Dalam chat WhatsApp mantan Kabid Pelayanan itu hanya membaca terlihat dari dua tanda centang biru dan tetap tak memberikan balasan meski status aktivitas menunjukkan online. [fiq/but]






