Surabaya (beritajatim.com) – Jika di Indonesia usia 15 tahun masih dianggap remaja yang belum bisa apa-apa. Jauh berbeda dengan nasib dari Martin Odegaard.
Kala itu, bocah yang baru berusia 15 tahun sudah mendapat panggilan dari tim nasional sepakbola senior Norwegia. Lebih ajaibnya lagi, Odegaard di umurnya ke 16 tahun, sudah dibeli salah satu klub raksasa di Eropa yaitu Real Madrid.
Kala masih berusia 15 tahun dan 253 hari, Odegaard mengaku kaget saat menerima panggilan timnas senior. Sebab hal itu ibarat mimpi yang menjadi nyata. Padahal sebelumnya, Odegaard baru dua kali membela tim nasional Norwegia U-17.
Gelandang serang berkaki kidal itu memang telah tampil mengesankan untuk klubnya, Strømsgodset, pada musim itu. Odegaard sudah tampil sebanyak 14 kali dan berhasil mencetak 3 gol juga 3 buah assist. Lantas berita mengenai anak 15 tahun sudah masuk ke timnas pum jadi perhatian dunia.
Ini lalu membuat dirinya jadi primadona bagi banyak klub besar Eropa, mulai dari; Arsenal, Liverpool, Bayern Muenchen, Manchester United dan Real Madrid. Namun, semua tim tersebut El-Real lah yang memberi angin segar baginya dengan janji akan masuk ke tim utama Madrid.
Akhirnya pada Januari 2015, pemuda yang baru yang kala itu berusia 16 tahun berhasil membuat gaduh dunia sepak bola setelah ia bergabung dengan Real Madrid, dengan mahar sekitar 4 juta euro.
Namun, sedikit jawaban miris sebenarnya malah datang dari Ancelotti, pelatih Madrid kala itu. Ia berkata jika Odegaard adalah sebagai salah satu cara Real Madrid untuk menjangkau pasar di Norwegia.
Bahkan Ancelotti tidak pernah meminta klub untuk mendatangkan dirinya. Pernyataan Presiden Real Madrid saat itu, yang berkata jika akan main 3 pertandingan bersama tim utama sebagai kepentingan untuk public relation klub semata.
Apa yang disampaikan Ancelotti pun terbukti karena Odegaard selama di Madrid kebanyakan jadi pemain pinjaman saja. Kendati beberapa kali berstatus sebagai pemain pinjaman, Odegaard pun sudah menemukan titik nyaman dan akhirnya resmi pindah ke Arsenal.
Hal ini karena bermain di Real Madrid bukan hanya jadi pemain bola penuh bakat, tapi juga harus punya performa luar biasa. Jelas satu hal yang diharapkan pemain yang baru berusia 22 tahun itu agar terus konsisten hingga bisa menunjukkan performa terbaiknya. [dan/tur]






