Jember (beritajatim.com) – Gempa berkekuatan 5,1 skala richter di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (16/12/2021), membuat belasan rumah dan satu pesantren rusak. Tiga orang terluka. Data masih bisa bertambah.
Laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember ada delapan rumah dan satu pesantren rusak ringan, empat rumah rusak sedang, dan satu rumah rusak berat.
Sementara, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Ambulu Ahmad Lutfi Hakim melaporkan ada 15 rumah di Desa Sumberejo rusak. “Sebagian rumah ambruk karena memang faktor usia. Ada yang gentengnya runtuh,” katanya.
Selain itu, ada tiga warga yang dibawa ke puskesmas karena luka ringan setelah tertimpa genteng. “Sekarang aparat desa masih melakukan pendataan,” kata Lutfi.
Berdasarkan data BPBD Jember, ada lima kecamatan yang terdampak. Data di Kecamatan Ambulu: satu rumah di Desa Ambulu rusak ringan, dua rumah di Sumberejo rusak ringan dan sedang, Pesantren Hidayatul mutaalimin asuhan KH. As’adi rusak ringan, satu rumah di Andongsari rusak sedang, dan satu rumah di Sabrang rusak berat.
Data di Kecamatan Tempurejo: satu rumah di Desa Wonoasri rusak sedang, satu rumah di Desa Pondokrejo rusak ringan, dan satu rumah du Curahnongko rusak ringan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gempa-jember”]
Sementara itu satu rumah rusak ringan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, satu rumah rusak sedang di Desa Jambearum, Kecamatan Puger, dan satu rumah rusak ringan di Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan. “Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Heru.
Heru juga meminta masyarakat agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. “Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah,” katanya. [wir/suf]






