Surabaya (beritajatim.com) – Spider Man: No Way Home, seri terbaru Marvel Cinematic Universe mulai tayang di bioskop-bioskop Indonesia. Peter Parker yang diperankan oleh Tom Holland akan kembali melawan para villain klasik yang muncul di film Spiderman sebelumnya.
Nasib para villain ini di film-film Spider Man sebelumnya mungkin akan berpengaruh terhadap jalan cerita Spider Man: No Way Home. Berikut ini adalah background karakter para villain yang pernah muncul di seri film Spider Man terdahulu.
Green Goblin
Pada trilogi pertama Spider Man yang diperankan oleh Tobey Maguire di tahun 2002, seorang ilmuwan bernama Norman Osborn (diperankan oleh Willem Dafoe) mencoba sebuah eksperimen kimia pada dirinya sendiri.
Melalui eksperimen tersebut, dirinya menjadi memiliki kekuatan super dan memiliki sifat pembunuh saat berubah menjadi Green Goblin. Osborn membunuh semua orang yang menghalangi jalannya dan berusaha untuk meyakinkan Spider Man untuk bergabung dengannya.
Karena dendam dengan Spider Man yang menolak ajakan aliansinya, Osborn merencanakan balas dendam dengan menculik dan membunuh bibi dan pacar Peter Parker. Jebakan yang disipakannya gagal membunuh Spider Man dan malah berbalik mengenai dirinya sendiri.
Doctor Octopus
Setelah sebuah proyek kekuatan fusi gagal dalam film Spider Man 2 yang keluar tahun 2004. Seorang ilmuwan nuklir bernama Otto Octavius (diperankan oleh Alfred Molina) berakhir memiliki satu set tentakel robotik yang terhubung langsung dengan tulang belakangnya.
Organ tubuh barunya ini membuat Doctor Octopus memiliki sifat maniak. Pada akhir film, Doc Ock akhirnya mati karena mengorbankan dirinya sendiri untuk menenggelamkan proyek gilanya yang ingin membuat tiruan Matahari di Bumi ke dasar sungai.
Sandman
Pada film Spider Man 3 keluaran tahun 2007, Flint Marko (diperankan oleh Thomas Haden Church) terpaksa hidup sebagai penjahat untuk membiayai pengobatan anaknya. Dirinya jatuh ke dalam sebuah mesin pengubah partikel saat berusaha melarikan diri dari penjara yang membuatnya mampu untuk berubah wujud menjadi pasir dan melanjutkan profesinya sebagai perampok.
Peter parker sadar bahwa Marko adalah penjahat yang membunuh pamannya Ben dan berusaha untuk membunuh Marko. Saat akhir pertempuran keduanya, Marko akhirnya mengetahui identitas Peter Parker sebagai Spider Man dan memutuskan untuk meminta maaf karena apa yang terjadi terhadap paman Peter adalah sebuah kecelakaan.
Peter Parker pun akhirnya memaafkan Marko dan membiarkannya berubah menjadi pasir dan terbawa angin. [dwp/tur]






