Surabaya (beritajatim.com) – House of Gucci merupakan film yang menceritakan konflik kekuasaan dalam dinasti fashion terkenal. Film ini menyajikan kisah asmara, skandal perselingkuhan, dan rumah tangga Reggiani dengan Maurizio sebagai pewaris tahta Gucci yang berujung pada kasus pembunuhan.
Film sensasional dan penuh intrik ini lantas mengundang banyak perbincangan selain jajaran pemain terkenal. Namun juga mengadaptasi dari kejadian nyata yang menghebohkan dunia fashion di tahun 1990-an.
Film House of Gucci sebenarnya film yang adaptasi dari buku berjudul ‘The House of Gucci: A Sensational Story of Murder, Madness, Glamour, and Greed’ karya Sara Gay Forden yang rilis pada tahun 2000. Sela punya plot yang sensasional, jajaran pemain yang berpartisipasi dalam film juga tidak kalah hebat.
Ada nama Lady Gaga, Jared Letto, Al Pacino, dan Jeremy Irons adalah para pemenang Academy Award yang punya kualitas akting sangat bagi. Ada juga, Adam Driver dan Salma Hayek juga diketahui telah mengantongi nominasi Academy Award yang turut terlibat.
Film ini akan berfokus pada tokoh Patrizia Reggiani, seorang sosialita papan atas Italia dan Maurizio Gucci, cucu pendiri brand Gucci yang akan menjadi pemegang kekuasaan selanjutnya. Cerita diawali dengan pertemuan pertama mereka, lika-liku konflik bisnis keluarga, gaya hidup glamor keluarga Gucci, hingga skandal perselingkuhan dan pembunuhan Maurizio yang dilakukan oleh Reggiani melalui pembunuh bayaran.
Sebagaimana diketahui pada tahun 1995, Reggiani divonis hukuman 28 tahun penjara akibat menjadi dalang pembunuhan mantan suaminya, meski akhirnya dia hanya mendekam sekitar 17 tahun lebih.
Kontroversi juga mewarnai perilisan film ini, mengetahui kisah hidupnya akan difilmkan, kritikan pedas datang dari para keluarga Gucci. Patrizia Reggiani, tokoh sentral pada film ini, mengungkapkan kekecewaan pada Lady Gaga karena tidak menemuinya secara pribadi terlebih dahulu.
Reggiani pun merasa kecewa karena Lady Gaga seakan tidak memiliki niat baik padahal ia adalah tokoh yang akan diperaninya. Kritikan lainnya juga datang dari dari pihak keluarga Gucci yang lain, Patricia Gucci yakni cucu dari pendiri Gucci dan sepupu dari Maurizio.
Dia mengatakan jika kekesalannya karena Hollywood membuat film dengan menggunakan nama keluarganya sebagai usaha meraup keuntungan. Hal ini dianggap melanggar privasi dan pencorengan nama baik keluarga.
Namun, kendati kritikan datang dari pihak keluarga Gucci, rumah produksi merespon dengan santai. Bahwa film ini akan dikemas layaknya acara opera sabun high end dengan jajaran pemain yang fantastis. Film ini sendiri akan tayang di Indonesia pada 17 Desember 2021. Tentunya menarik dengan kontroversi yang terjadi, juga alur cerita yang tersaji dalam film. [dan/tur]






