Mojokerto (beritajatim.com) – Meski Pemerintah Republik Indonesia resmi membatalkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di bulan Desember atau di penghujung tahun, Pemerintah Kabupaten Mojokerto yang hingga kini berstatus level 1, tetap waspada.
Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto, Muhammad Albarra mengatakan, Kabupaten Mojokerto turun PPKM Level 1 merupakan jerih payah Pemerintah Daerah berkolaborasi dengan berbagai stakeholder terkait. Gus Barra (panggilan akrab, red), menyebut, TNI/Polri turut andil dalam menjadikan Kabupaten Mojokerto masuk PPKM level 1.
“Alhamdulillah, Kabupaten Mojokerto masuk PPKM level 1. Hal ini merupakan jerih payah kami bersama mengemban amanah sebagai pemegang tampuk kepemimpinan kepala daerah. Vaksinasi di Kabupaten Mojokerto, saat ini mencapai 80 persen dosis pertama dan 60 persen lebih dosis kedua,” ungkapnya.
Dari target vaksinasi sebesar 882.014 jiwa, Kabupaten Mojokerto telah mencapai 81,2 persen pada capaian vaksinasi dosis pertama dengan jumlahnya 700.303 jiwa yang telah divaksin. Sedangkan dosis kedua mencapai 61,9 yang jumlahnya 533.547 jiwa.
“Capaian vaksinasi dosis ketiga untuk nakes, 106,4 persen jumlahnya 4.200 orang. Walaupun Kabupaten Mojokerto telah memasuki PPKM level 1 dengan berbagai kelonggaran-kelonggaran, masyarakat Kabupaten Mojokerto di manapun berada agar tetap waspada,” katanya.
Yakni tetap mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas. Gus Barra mengimbau agar masyarakat Kabupaten Mojokerto tetap waspada, terlebih lagi varian Covid-19 terbaru adalah Omicron. [kun]






