Surabaya (beritajatim.com) – Memiliki penggemar atau fans memang terkesan keren. Namun, kadnag kala fans pun bisa menjadi mala petaka. Sebab, tidak sedikit artis yang meninggal di tangan fansnya sendiri.
Ada yang melakukannya karena mereka terlalu cinta dan terobsesi dengan sang idola. Ada juga yang merasa sakit hati karena suatu hal dan melampiaskannya dengan cara membunuh idola mereka.
kisah John Lennon adalah salah satu yang paling terkenal dan tetap dikenang oleh banyak orang. Berikut ini beberapa artis yang tewas dibunuh oleh penggemar atau fans mereka sendiri.
1. Christina Grimmie
Christina Grimmie masih berusia 22 tahun ketika ia meninggal. Perempuan asal Orlandio ini merupakan jebolan ajang pencarian bakat The Voice Amerika Season 6.
Ia meninggal akibat ditembak oleh penggemarnya sendiri ketika menggelar jumpa fans. Kevin James Loibl, si pembunuh kemudian menembakkan pistol ke kepalanya sendiri setelah membunuh Christina.
Diduga, motif pembunuhan tersebut adalah lantaran Kevin terlalu terobsesi dengan sang idola hinga ingin mati bersama.
2. Tupac Shakur
Pada 13 September 1996, salah satu raper kondang Amerika ini juga harus tewas karena tertembak. Kala itu ia sedang dalam perjalanan menuju tempat konsernya di Las Vegas.
Tiba-tiba mobil berwarna putih mendekati mobil yang dikendarai Tupac. Siapa sangka bahwa mobil putih tersebut menambakkan peluru dan mengenai Tupac.
Mereka adalah sekelompok geng di Amerika yang diduga sangat mengidolakan sang rapper. Peristiwa meninggalkan luka mendalam bagi publik.
3. Dimebag Darrel
Masih dengan kasus penembakan, kali in gitaris dari band Pantera yang harus kehilangan nyawanya. Bahkan peristiwa ini terjadi saat ia sedang tampil di depan para penggemar pada 8 Desember 2004 di Ohio, Amerika Serikat.
Ia ditembak oleh Nathan Gale, fans berat Pantera yang merasa telah dicuri lagunya oleh sang idola. Tak hanya itu, Gale juga beripikir bahwa Darrel merusak keutuhan Pantera.
4. Albert Ebosse
Memiliki kasus yang berbeda dari yang lainnya, pesebak bola asal Kamerun ini juga memiliki nama yang melambung tinggi bak artis. Penggemarnya tersebar dimana-mana, bukti bahwa ia sangat digandrungi kala itu.
Naasnya, pada 23 Agustus 2014, Albert yang sedang bertanding Algeria harus meregang nyawa. Seorang fans yang sedang marah melempar benda keras dan mengenai kepalanya. Tak tertolong, striker tersebut pun harus meninggal dunia.
Peristiwa-peristiwa di atas mengingatkan kita untuk tidak terlalu fanatik dalam mengagumi sesuatu. Cukup berikan dukungan kepada sang idola, karena obsesi yang terlalu besar bisa membahayakan kedua belah pihak itu sendiri. [mnd/tur]






